Greenland Pilih Tetap Bersama Denmark, Tolak Tawaran AS
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menegaskan bahwa pulau tersebut berkomitmen untuk tetap menjadi bagian dari Denmark, meskipun ada tawaran dari Amerika Serikat untuk bergabung.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Pernyataan tersebut disampaikan sebelum dialog penting di Gedung Putih yang membahas status Greenland di tengah ketegangan geopolitik.
Dalam konferensi pers di Kopenhagen, Nielsen mengungkapkan, "Kami sekarang menghadapi krisis geopolitik, dan jika kita harus memilih antara Amerika Serikat dan Denmark di sini dan sekarang, kami memilih Denmark."
Pernyataan ini mencerminkan ketegasan Greenland dalam menghadapi tekanan dari AS, yang berupaya mengambil alih pulau tersebut dengan berbagai cara.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan niatnya untuk membeli Greenland, yang dianggap sebagai provokasi oleh pemerintah Denmark dan Greenland.
Nielsen menambahkan, "Satu hal harus jelas bagi semua pihak: Greenland tidak ingin dimiliki oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin diperintah oleh Amerika Serikat. Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat."
Menteri Luar Negeri Denmark dan Greenland akan melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden AS dan Menteri Luar Negeri AS untuk membahas masa depan Greenland serta hubungan kedua negara.
Lars Lokke Rasmussen, Menlu Denmark, mengatakan mereka telah meminta pertemuan tersebut di Gedung Putih untuk membahas isu strategis terkait dengan wilayah Arktik.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: