Keterkaitan Stres dengan Masalah Pencernaan di Kalangan Generasi Muda
Stres kini diakui sebagai salah satu penyebab utama yang berkontribusi pada meningkatnya masalah pencernaan di kalangan generasi muda.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Keluhan seperti perut kembung, sembelit, dan diare sering ditemui meskipun biasanya lebih umum pada orang yang lebih tua.
Berdasarkan survei kesehatan terbaru, terlihat peningkatan signifikan pada anak muda yang mengalami gangguan pencernaan. Keluhan terkait perut, seperti kembung dan nyeri, semakin sering pop-up dalam diskusi sehari-hari.
Dr. Chandra Sekhar Reddy, seorang dokter spesialis gastroenterologi, mencatat bahwa banyak pasien muda mengaku memiliki masalah pencernaan, meski tidak ditemukan penyakit organik dalam pemeriksaan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kesehatan pencernaan bukan hanya masalah fisik, tetapi juga bisa jadi dipicu oleh faktor psikologis seperti stres.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Dr. Reddy menjelaskan bahwa terdapat hubungan erat antara stres dan fungsi pencernaan, yang dikenal dengan istilah gut-brain axis. Jalur komunikasi antara sistem saraf dan saluran pencernaan ini dapat terganggu oleh stres berkepanjangan.
"Pada sebagian orang, stres menyebabkan proses pencernaan melambat, sedangkan pada yang lain, hal ini dapat meningkatkan aktivitas usus yang berujung pada diare," jelasnya.
Disamping itu, gangguan ini juga dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri baik di usus, yang sangat penting untuk menjaga fungsi pencernaan dan sistem imun tubuh.
Untuk mencegah gangguan pencernaan yang disebabkan oleh stres, generasi muda dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dr. Reddy menekankan bahwa kondisi ini jika dibiarkan dapat berujung pada gangguan lebih serius, seperti sindrom irritable bowel (IBS).
Ia merekomendasikan praktik mindfulness, termasuk teknik pernapasan dan pengurangan penggunaan gadget di malam hari. "Pola makan yang teratur dan konsumsi serat yang cukup sangatlah penting untuk menjaga kesehatan usus," tambahnya.
Terlebih lagi, Dr. Reddy menyebutkan bahwa karena ikatan antara usus dan otak dua arah, gangguan pada kesehatan usus dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mental, termasuk kecemasan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: