Presiden Iran: Elemen Asing Dapat Paparan Kerusuhan dan Penghinaan Agama
Dalam berbagai demonstrasi yang berlanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat dan Israel melatih perusuh untuk memicu kerusuhan. Dia juga mendesak masyarakat untuk menjauhi tindakan kekerasan yang merugikan negara.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Pezeshkian menekankan bahwa protes adalah hak sah warga negara, namun dialog antara pemerintah dan masyarakat sangat vital untuk menemukan solusi atas masalah yang ada.
Dalam wawancara televisi, Pezeshkian mengungkapkan komitmen pemerintahnya untuk menghadapi tantangan ekonomi yang dialami rakyat. "Kami menganggap protes rakyat sebagai hal yang sah," katanya, menunjukkan bahwa pemerintah harus terlibat dalam dialog dengan warganya.
Selama demonstrasi, beberapa masjid menjadi sasaran pembakaran, sesuatu yang Pezeshkian klaim sebagai provokasi dari musuh. Dia juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan penghinaan terhadap simbol-simbol agama seperti Al-Qur'an tidak dapat diterima.
Pezeshkian menyatakan bahwa musuh negara berusaha menciptakan kerusuhan di Iran. "Musuh telah melatih sejumlah elemen di dalam dan di luar Iran, dan menggerakkan teroris untuk menyerang masyarakat, termasuk membakar masjid dan menembaki penduduk," ungkapnya.
Dalam konteks ini, presiden mengklaim bahwa para perusuh yang terlibat bukanlah warga biasa. Mereka dianggap sebagai bagian dari skenario yang lebih besar untuk menggagalkan stabilitas negara.
Pezeshkian mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu melawan aksi kekerasan yang sedang berlangsung. Ia meminta dukungan dari serikat pekerja, pengusaha, dan aktivis ekonomi untuk membantu pemerintah dalam memberantas masalah mendasar seperti korupsi.
Ia juga mengingatkan bahwa demonstrasi pro-pemerintah akan dilakukan sebagai respons terhadap kekerasan yang terjadi, dengan harapan untuk memperkuat persatuan di tengah ketidakpuasan terhadap tindakan ekstrem.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: