BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 12 JANUARI 2026 • 11:36 WIB

Presiden Iran: Elemen Asing Dapat Paparan Kerusuhan dan Penghinaan Agama

Presiden Iran: Elemen Asing Dapat Paparan Kerusuhan dan Penghinaan AgamaPresiden Iran: Elemen Asing Dapat Paparan Kerusuhan dan Penghinaan Agama

Dalam berbagai demonstrasi yang berlanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat dan Israel melatih perusuh untuk memicu kerusuhan. Dia juga mendesak masyarakat untuk menjauhi tindakan kekerasan yang merugikan negara.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Pezeshkian menekankan bahwa protes adalah hak sah warga negara, namun dialog antara pemerintah dan masyarakat sangat vital untuk menemukan solusi atas masalah yang ada.

Protes dan Dialog: Pandangan Pemerintah

Dalam wawancara televisi, Pezeshkian mengungkapkan komitmen pemerintahnya untuk menghadapi tantangan ekonomi yang dialami rakyat. "Kami menganggap protes rakyat sebagai hal yang sah," katanya, menunjukkan bahwa pemerintah harus terlibat dalam dialog dengan warganya.

Selama demonstrasi, beberapa masjid menjadi sasaran pembakaran, sesuatu yang Pezeshkian klaim sebagai provokasi dari musuh. Dia juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan dan penghinaan terhadap simbol-simbol agama seperti Al-Qur'an tidak dapat diterima.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Ancaman dari Elemen Anti-Pemerintah

Pezeshkian menyatakan bahwa musuh negara berusaha menciptakan kerusuhan di Iran. "Musuh telah melatih sejumlah elemen di dalam dan di luar Iran, dan menggerakkan teroris untuk menyerang masyarakat, termasuk membakar masjid dan menembaki penduduk," ungkapnya.

Dalam konteks ini, presiden mengklaim bahwa para perusuh yang terlibat bukanlah warga biasa. Mereka dianggap sebagai bagian dari skenario yang lebih besar untuk menggagalkan stabilitas negara.

Seruan untuk Bersatu Melawan Kekerasan

Pezeshkian mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu melawan aksi kekerasan yang sedang berlangsung. Ia meminta dukungan dari serikat pekerja, pengusaha, dan aktivis ekonomi untuk membantu pemerintah dalam memberantas masalah mendasar seperti korupsi.

Ia juga mengingatkan bahwa demonstrasi pro-pemerintah akan dilakukan sebagai respons terhadap kekerasan yang terjadi, dengan harapan untuk memperkuat persatuan di tengah ketidakpuasan terhadap tindakan ekstrem.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Presiden Iran: Elemen Asing Dapat Paparan Kerusuhan dan Penghinaan Agama

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!