BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 11 JANUARI 2026 • 19:49 WIB

Protes Dalam Tragedi: 217 Demonstran Tewas di Iran Akibat Penembakan

Protes Dalam Tragedi: 217 Demonstran Tewas di Iran Akibat PenembakanProtes Dalam Tragedi: 217 Demonstran Tewas di Iran Akibat Penembakan

Protes di Iran berujung tragedi setelah 217 demonstran dilaporkan tewas akibat tembakan yang dilepaskan oleh rezim pemerintah di bawah pimpinan Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Situasi ini turut dipicu oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang semakin memburuk, yang meluas hingga ke seluruh 31 provinsi.

Kronologi Kejadian Protes

Protes di Iran dimulai pada akhir Desember 2025, ketika masyarakat dengan segera menyuarakan ketidakpuasan terhadap ekonomi yang merosot. Demonstrasi ini cepat meluas dan berubah menjadi seruan untuk penggulingan rezim yang telah berkuasa sejak 1979.

Selama demonstrasi, para demonstran mengucapkan kata-kata yang menunjukkan keinginan akan 'kebebasan' dan 'matilah diktator', mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap pemerintah. 'Sebagian besar korban tewas adalah kaum muda,' ungkap seorang dokter anonim dari Teheran.

Dalam upaya membubarkan massa, pemerintah Iran merespons dengan tindakan represif, menembakkan peluru tajam kepada para demonstran. Di luar sebuah kantor polisi di Teheran utara, setidaknya 30 orang tewas ketika pasukan keamanan menggunakan senapan mesin.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Laporan Korban dan Responnya

Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai 217, mencerminkan tinggi kekerasan yang terjadi selama protes. Namun, organisasi hak asasi manusia melaporkan angka lebih rendah yakni 63 kematian yang telah terkonfirmasi, menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam pelaporan.

Pemerintah Iran mengeluarkan ancaman hukuman mati atas protes, dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyatakan bahwa 'Republik Islam tidak akan mundur menghadapi para perusak.'

Situasi tersebut menambah ketidakpastian di kalangan petugas keamanan, dengan seorang petugas anonim mengungkapkan, 'Saat ini ada banyak perbedaan pendapat di antara pasukan keamanan mengenai apakah penindakan besar-besaran akan memulihkan ketertiban.'

Reaksi dari Komunitas Internasional

Reaksi internasional terhadap situasi ini mulai meningkat, dengan Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa rezim Iran akan 'menanggung akibatnya' jika tindakan represif tidak segera dihentikan. Ini menunjukkan perhatian global terkait hak asasi manusia di Iran.

Para analis politik, termasuk Hossein Hafezian, menyebut protes ini sebagai ancaman eksistensial bagi rezim yang berkuasa. 'Mulai sekarang, korban akan meningkat pesat,' tegasnya.

Dalam konteks ini, penangkapan Nicolás Maduro oleh AS juga dilihat sebagai faktor yang dapat memengaruhi respons pemerintah Iran terhadap demonstran.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Protes Dalam Tragedi: 217 Demonstran Tewas di Iran Akibat Penembakan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!