BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 10 JANUARI 2026 • 19:31 WIB

Trump Umumkan Pembatalan Rencana Serangan Kedua ke Venezuela

Trump Umumkan Pembatalan Rencana Serangan Kedua ke VenezuelaTrump Umumkan Pembatalan Rencana Serangan Kedua ke Venezuela

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa rencana serangan kedua ke Venezuela dibatalkan setelah terjalinnya kerjasama dengan rezim di Caracas.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Dalam pernyataannya, Trump menilai pembebasan tahanan politik Venezuela sebagai 'isyarat yang sangat penting dan cerdas'.

Pembatalan Serangan dan Kerjasama Infrastruktur

Dalam keterangannya di Truth Social, Trump menyatakan, 'AS dan Venezuela bekerja sama dengan baik, terutama dalam hal membangun kembali, dalam bentuk yang jauh lebih besar, lebih baik, dan lebih modern, infrastruktur minyak dan gas mereka.'

Pernyataan ini muncul setelah operasi militer AS yang bertujuan menangkap Presiden Nicolas Maduro, yang mengakibatkan kematian 24 petugas keamanan Venezuela dan meningkatkan ketegangan antara AS dan negara-Amerika lain.

Trump juga menyebutkan bahwa meskipun serangan dibatalkan, kapal-kapal AS akan tetap berada di lokasi untuk tujuan keselamatan dan keamanan, menunjukkan pengawasan berkelanjutan di kawasan tersebut.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembebasan Tahanan dan Dukungan Internasional

Jorge Rodríguez, kepala Majelis Nasional Venezuela, menginformasikan bahwa beberapa tahanan politik, termasuk warga negara asing, telah dibebaskan, dan Trump menilai ini sebagai tanda bahwa Venezuela 'mencari perdamaian'.

AS terus mendesak agar lebih banyak tahanan politik dibebaskan, dengan Trump menegaskan bahwa mereka bersedia melakukan investasi hingga $100 miliar dari perusahaan minyak besar untuk membantu pembangunan di Venezuela.

Langkah ini mencerminkan ketertarikan AS untuk terlibat lebih dalam dalam sektor energi Venezuela serta berpotensi mempengaruhi struktur pemerintahan yang ada.

Resistensi Terhadap Aksi Militer dan Komentar Pengamat

Sementara itu, pengaruh Trump untuk melakukan aksi militer tampak dibatasi setelah Senat memberikan suara dalam resolusi kekuatan perang yang menunjukkan penolakan terhadap penggunaan kekuatan militer tanpa persetujuan Kongres.

Mantan Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton, mengungkapkan bahwa Trump 'melegitimasi kembali rezim Maduro', serta menekankan, 'Dia tidak memahami kepercayaan yang diberikan rakyat Venezuela kepada Machado.'

Trump juga dijadwalkan untuk bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, untuk mendiskusikan kemungkinan dukungan terhadap oposisi di negara tersebut.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Trump Umumkan Pembatalan Rencana Serangan Kedua ke Venezuela

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!