Korban Bencana Alam Sumatera Naik Menjadi 1.178 Jiwa, Operasi Pencarian Masih Berlanjut
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.178 jiwa hingga 6 Januari 2026.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Sebanyak 148 orang masih dinyatakan hilang, dengan Provinsi Aceh mencatatkan angka korban jiwa tertinggi.
Dalam sebuah konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal meningkat satu jiwa dari Tapanuli Tengah. 'Ini masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia 1 jiwa. Sehingga total korban per hari ini 1.178 jiwa,' ungkapnya.
Total 148 orang dinyatakan hilang, dengan Abdul Muhari menekankan bahwa 'Untuk korban hilang ini tidak bertambah.' Kondisi ini menunjukkan tantangan besar bagi tim pencarian.
Provinsi Aceh menjadi yang paling terdampak, mencatat 543 jiwa korban meninggal, sementara Kabupaten Agam di Sumatera Barat menjadi daerah dengan jumlah orang hilang terbanyak, yaitu 74 orang.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Abdul Muhari menjelaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan bagi korban masih terus dilakukan. 'Operasi pencarian dan pertolongan masih diteruskan sampai tanggap darurat provinsi dievaluasi di tanggal 8 Januari,' ujarnya, menunjukkan komitmen untuk menemukan yang hilang.
BNPB terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pengungsi. Dengan kondisi yang belum stabil, harapan untuk menemukan semua korban tetap ada.
Tim pencarian bekerja tanpa henti meski tantangan cuaca dan medan yang sulit menjadi kendala. Keberanian dan dedikasi mereka sangat dibutuhkan saat ini.
Saat ini, jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor mencapai 242.174 orang. 'Rinciannya, paling banyak pengungsi terdapat di Aceh sejumlah 217 ribu jiwa,' ungkap Abdul Muhari, menyoroti dampak besar dari bencana ini.
Dari Aceh, daerah dengan pengungsi terbanyak meliputi Aceh Tamiang dengan 74 ribu jiwa, Aceh Utara 67 ribu, dan Gayo Lues 19 ribu. Pemindahan massal ini menciptakan kebutuhan mendesak akan bantuan bagi para pengungsi.
BNPB terus berupaya mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi di tengah situasi sulit ini.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: