Program Makan Bergizi Tuntaskan Gizi Buruk untuk 55 Juta Warga
Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhasil menjangkau 55 juta penerima manfaat dalam waktu satu tahun. Capaian ini disampaikan saat perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta pada 5 Januari 2026.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Prabowo membandingkan kecepatan penyaluran program ini dengan program serupa di Brasil yang membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima. Ia menekankan bahwa jumlah tersebut setara dengan memberi makan delapan kali populasi Singapura.
Dalam perayaan Natal Nasional 2025 yang berlangsung di Jakarta, Prabowo Subianto menegaskan bahwa program MBG telah berhasil memberikan manfaat kepada 55 juta orang di Indonesia. Ia menggarisbawahi bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, terutama di kalangan anak-anak.
Prabowo menyatakan, 'Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat (MBG) di Indonesia,' menekankan betapa signifikan pencapaian ini dalam tahun pertama pelaksanaan program. Melalui data tersebut, ia membandingkan perkembangan ini dengan Brasil yang perlu waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat dari program yang sama.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dalam diskusinya dengan Presiden Brasil, Lula da Silva, Prabowo menerima informasi tentang perbandingan efektivitas program gizi di kedua negara. Ia menyebutkan, 'Presiden Brasil sampaikan ke saya, mereka capai 40 juta (penerima manfaat) dalam 11 tahun. Kita 55 juta dalam satu tahun,' menggambarkan efisiensi yang dicapai oleh Indonesia.
Peluncuran program MBG pada 6 Januari 2024 dinilai mampu menangani isu gizi secara lebih efektif. Upaya ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat agar dapat tumbuh sehat dan produktif.
Prabowo mencatat bahwa keberhasilan program MBG mendapatkan apresiasi dari sejumlah ahli gizi, termasuk dari Amerika Serikat, yang menyebut program ini sebagai 'investasi terbaik pemerintah Indonesia.' Ia menekankan pentingnya distribusi program yang merata di seluruh wilayah, meskipun menghadapi tantangan pemilihan.
Menariknya, program MBG tetap diteruskan di daerah seperti Aceh dan Sumatera Barat, di mana ia tidak mendapatkan dukungan mayoritas. 'Apakah saya larang MBG sampai ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,' tegas Prabowo, menunjukkan komitmennya untuk melayani seluruh rakyat tanpa memandang latar belakang politik.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: