Ancaman Terhadap Keaslian Matcha Jepang di Tengah Meningkatnya Produk Tiruan
Budaya matcha Jepang yang telah ada lebih dari 400 tahun kini berada di ujung tanduk akibat produk tiruan dari China yang semakin menjamur.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Matsatsugu Nonomura dari Marukyu Koyamaen menjelaskan bahwa produk tiruan tersebut jauh dari kualitas matcha asli yang dihasilkan di Jepang.
Dalam beberapa tahun belakangan, permintaan akan matcha latte meningkat pesat, terutama karena kesan menarik dan manfaat kesehatan yang ditawarkannya.
Namun, kenaikan permintaan ini memunculkan tantangan baru bagi petani Jepang yang kesulitan memenuhi pasokan, mengingat tanaman teh hijau memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tumbuh.
Nonomura menyampaikan, 'Matcha kami, Isuzu, memiliki warna yang sangat indah dan aroma yang benar-benar luar biasa,' menunjukkan bahwa ada perbedaan mencolok antara matcha otentik dan produk tiruan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Kekhawatiran muncul di kalangan produsen Jepang mengenai produk berkualitas rendah dari China yang kerap dilabeli sebagai matcha Jepang.
Menurut Nonomura, 'Para produsen bekerja tanpa lelah untuk menyediakan produk premium bagi konsumen,' mencerminkan komitmen mereka dalam menjaga kualitas matcha.
Industri ini pun mendorong kementerian pertanian Jepang untuk segera meluncurkan tindakan pendaftaran merek di luar negeri untuk melindungi keaslian matcha.
Walaupun istilah 'matcha' tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang, nama-nama tertentu seperti 'Uji matcha' diakui dan dilindungi oleh hukum.
Kementerian Pertanian Jepang terus melakukan upaya untuk menanggulangi produk palsu yang merugikan pasar dengan melakukan lobi kepada pihak berwenang luar negeri, termasuk China.
Nonomura kembali menekankan bahwa, 'pentingnya transparansi dalam branding bagi produsen China jika mereka ingin bersaing secara jujur.'
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: