Somaliland Tegaskan Tidak Ada Kesepakatan dengan Israel Terkait Warga Palestina
Somaliland baru-baru ini mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah tuduhan adanya kesepakatan untuk menampung warga Palestina terkait pengakuan Israel terhadap kemerdekaan mereka.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan bahwa klaim tersebut adalah informasi palsu yang disampaikan oleh Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud.
Kementerian Luar Negeri Somaliland secara resmi membantah isu yang menyatakan adanya kesepakatan untuk menampung warga Palestina di wilayah mereka. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada 2 Januari 2026, mereka menegaskan bahwa rumor tersebut adalah klaim palsu dari Presiden Somalia.
Pernyataan tersebut berbunyi, 'Pemerintah Republik Somaliland dengan tegas menolak klaim palsu yang dibuat Presiden Somalia yang menuduh penempatan kembali warga Palestina dan pembangunan markas militer di Somaliland.'
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan pengakuan resmi Israel terhadap Somaliland sebagai negara merdeka pada pekan sebelumnya. Tindakan ini memicu kemarahan dari pihak Somalia serta negara-negara di Timur Tengah dan Afrika.
Presiden Hassan Sheikh Mohamud dalam pernyataan kepada Al-Jazeera menyebutkan bahwa Israel telah menetapkan beberapa syarat untuk mengakui Somaliland, termasuk penampungan warga Palestina. Namun, Somaliland dengan tegas membantah klaim ini.
Kementerian Luar Negeri Somaliland menegaskan bahwa keterlibatan mereka dengan Israel adalah semata untuk kepentingan diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional. Mereka menolak mentah-mentah tuduhan yang dianggap bertujuan menyesatkan komunitas internasional.
Somaliland juga menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas regional dan berupaya untuk menjalin kerja sama internasional yang damai. 'Somaliland tetap berkomitmen pada stabilitas regional dan kerja sama internasional yang damai,' jelas mereka dalam pernyataan resmi.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: