BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 16:38 WIB

Respon Wali Kota Surabaya Terhadap Kasus Pengusiran Nenek Elina

Respon Wali Kota Surabaya Terhadap Kasus Pengusiran Nenek ElinaRespon Wali Kota Surabaya Terhadap Kasus Pengusiran Nenek Elina

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan tanggapan terhadap insiden pengusiran paksa yang dialami Elina Widjajanti, seorang nenek berusia 80 tahun, di Dukuh Kuwukan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Ia memastikan bahwa masalah ini telah ditangani oleh pihak kecamatan dan Polda Jawa Timur yang akan membentuk satgas antipreman demi keamanan warga.

Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang

Kasus pengusiran Nenek Elina menarik perhatian luas masyarakat dan pemerintah. Eri Cahyadi menegaskan bahwa dugaan penglibatan oknum organisasi masyarakat dalam kejadian ini harus dihadapi dengan serius.

"Kalau ada kegiatan yang kemarin viral terkait nenek yang dilakukan (pengusiran) oleh ormas maka di Surabaya ini akan kita bentuk satgas antipreman," ungkap Eri.

Pembentukan satgas ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan semua elemen masyarakat untuk memastikan insiden serupa tidak terulang. Eri juga mengatakan, "Kejadian ini sudah ditangani Polda, dan insyaallah saya akan datang langsung ke Polda Jatim agar menjadi atensi."

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Pentingnya Persatuan di Masyarakat

Dalam pernyataannya, Eri menegaskan bahwa kekerasan apapun terhadap warga, khususnya lansia, tidak dapat dibenarkan. "Kalau sampai seorang nenek itu dilakukan seperti itu, tetapi yang pasti warga Surabaya, kita jangan pernah terpecah belah," tegasnya.

Eri juga menekankan bahwa Surabaya merupakan kota yang mengedepankan persatuan dan kerukunan, tidak peduli pada latar belakang suku. "Kita ini warga Surabaya, mau suku apa pun semuanya ada di Surabaya. Surabaya tidak mengenal suku. Harus saling menjaga," tambahnya.

Dia memperingatkan, "Gak oleh mbujuki wong Suroboyo, gak oleh nipu wong Suroboyo, gak oleh berbuat semena-mena terhadap orang Surabaya," menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan.

Ajakan untuk Bersatu Melawan Kejahatan

Eri Cahyadi menyerukan masyarakat untuk bersikap responsif terhadap tindakan premanisme di kota. "Kalau ada yang seperti itu, ya, kita lawan bareng-bareng," ajaknya.

Hal ini mencerminkan harapan untuk adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani kejahatan. Dia menambahkan, "Hukum tidak boleh berhenti, tetapi jangan sampai terjadi benturan antarsesama warga Kota Surabaya," menegaskan pentingnya menegakkan hukum.

Eri mengharapkan bahwa kerjasama ini dapat membantu menciptakan ketentraman dan persatuan di kalangan warga Surabaya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Respon Wali Kota Surabaya Terhadap Kasus Pengusiran Nenek Elina

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!