Diperkirakan Puncak Arus Mudik Nataru 2025 Jatuh pada 24 Desember
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan terjadi pada 24 Desember 2025. Prediksi ini dibuat seiring dengan imbauan pemerintah mengenai kebijakan work from anywhere (WFA) yang dapat memengaruhi pola arus mudik.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Awalnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 21 Desember, namun berdasarkan pantauan terbaru, terjadi lonjakan arus mudik yang belum signifikan, hanya sekitar 2%.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa perubahan dalam prediksi arus mudik dilakukan setelah menganalisis pola arus saat ini. Ia menekankan pentingnya adaptasi seiring dengan kebijakan pemerintah yang baru.
Lebih lanjut, Agus menyatakan, 'Jadi artinya Natal dan Tahun Baru itu untuk kondisi peak season itu mungkin akan bergeser ketika ada kebijakan pemerintah tentang work from anywhere.' Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak orang untuk kembali ke kampung halaman dan merayakan Nataru.
Perkembangan terbaru ini cukup penting, mengingat situasi di lapangan yang terus berubah. Proyeksi ini membantu pihak berwenang untuk mempersiapkan strategi penanganan arus mudik yang lebih baik.
Antisipasi juga dilakukan untuk mengatasi lonjakan arus balik, yang diperkirakan akan terjadi pada 2 Januari 2026. Selain itu, kemungkinan lonjakan dapat terjadi pula pada 4 Januari seiring berakhirnya masa WFA.
Proyeksi ini dimaksudkan untuk merancang strategi pengawasan dan pengamanan di jalur yang diperkirakan akan padat. Agus menegaskan bahwa pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi acuan penting dalam perencanaan ini.
Dengan perencanaan yang baik, diharapkan arus balik pasca liburan dapat berjalan lancar. Penyiapan fasilitas dan layanan yang mendukung juga menjadi perhatian utama bagi pihak berwenang.
Kakorlantas Polri telah merencanakan penempatan personel yang cukup besar untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama periode libur Nataru. Agus menyebutkan, 'Jadi personel yang dilibatkan adalah 77.616. Itu yang dari kepolisian ya, belum stakeholder.'
Secara keseluruhan, jumlah personel yang terlibat dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru mencapai hampir 126 ribu orang, termasuk berbagai stakeholder yang terlibat. Kerjasama ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi keselamatan perjalanan masyarakat.
Korlantas juga berencana mendirikan pos-pos pelayanan dan pos terpadu yang akan berfungsi sebagai titik-titik kontrol untuk menghadapi berbagai potensi gangguan. Agus mencatat, 'Ya alhamdulillah Pak Kapolri dan para menteri hadir semua untuk melakukan intervensi dan sampai saat ini cukup terkendali.'
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: