Identitas Pelaku Penyerangan di Taipei Terungkap, Mantan Anggota Militer Beraksi
Polisi Taiwan telah mengungkap identitas pelaku penyerangan berbahaya yang melibatkan bom asap dan penusukan di Taipei, menewaskan empat orang, termasuk pelaku sendiri.
Tersangka berusia 27 tahun, berasal dari keluarga Chang, dan memiliki latar belakang sebagai mantan anggota militer yang sebelumnya diberhentikan karena pelanggaran hukum.
Dalam insiden yang mengguncang masyarakat, pelaku berhasil melukai sebelas orang lainnya sebelum akhirnya tewas dengan melompat dari gedung saat berusaha menghindari penangkapan.
Kepala Kepolisian Taiwan, Chang Jung-hsin, menjelaskan bahwa tindakan pelaku tampaknya direncanakan dengan matang. 'Dia bertindak sesuai dengan rencana, untuk membunuh orang secara acak,' ungkapnya.
Proses penyelidikan yang mendalam kini tengah dilakukan untuk mengungkap motif di balik serangan ini. Banyak yang menganggap bahwa serangan ini adalah tindakan yang disengaja, terlepas dari kondisi pelaku pada saat kejadian.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, memberikan pernyataan resmi mengenai tragedi ini dan menegaskan pentingnya menerapkan langkah-langkah preventif guna menghindari kejadian serupa di masa depan.
"Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang secara tragis kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang mengerikan dan kejam semalam," kata Lai.
Ia juga mendorong peningkatan protokol keamanan, khususnya pelatihan pasukan reaksi cepat untuk dapat respon secara efektif dalam situasi berbahaya.
Salah satu saksi yang berada di lokasi, Louis (36), menceritakan pengalamannya menyaksikan aksi pelaku. 'Saya melihatnya berjalan ke tengah jalan dan kemudian melemparkan bom asap,' ujarnya.
Ia menambahkan bagaimana situasi di tempat kejadian sangat kacau. "Ada banyak orang di sana pada saat itu, dan sangat kacau. Saya masih merasa terguncang," tambahnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: