Tragedi Stroke Seorang Pria Aktif Akibat Konsumsi Minuman Energi Berlebihan
Seorang pria berusia 54 tahun dari Nottingham, Inggris, mengalami stroke meski dikenal sebagai individu yang sehat dan aktif berolahraga.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Kejadian ini disebabkan oleh konsumsi berlebihan minuman energi yang mengandung kafein tinggi.
Pria asal Sherwood itu merasakan gejala serius seperti lemas di sisi kiri tubuh dan kesulitan berbicara, yang mengarah pada diagnosis stroke.
Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa stroke terjadi pada bagian talamus otak, mengakibatkan gangguan keseimbangan dan motorik.
Ia harus dirawat di rumah sakit dan diberikan obat untuk menurunkan tekanan darah yang awalnya sangat tinggi, mencapai 254/150 mmHg.
Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya untuk tidak mengabaikan gejala kesehatan yang tampak sepele tetapi dapat berakibat fatal.
Investigasi oleh tim medis menemukan bahwa pria ini mengonsumsi sekitar delapan kaleng minuman energi setiap hari, mengandung kafein tinggi.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dengan kadar kafein sekitar 160 miligram per kaleng, total konsumsi harian mencapai 1.200 hingga 1.300 miligram, jauh di atas batas aman.
Angka ini hampir tiga kali lipat dari batas maksimal yang direkomendasikan, yaitu 400 miligram per hari di Inggris dan AS.
Setelah menghentikan konsumsi minuman energi, tekanannya kembali normal dalam beberapa minggu, namun beberapa efek dari stroke tetap mengganggu.
Dokter Sunil Munshi menjelaskan bahwa campuran kafein dengan bahan lain dalam minuman energi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kombinasi tersebut dapat merusak pembuluh darah dan memicu pembekuan darah yang dapat berisiko pada kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: