Kebakaran di Gedung Terra Drone: Ancaman Baterai Litium di Jakarta
Kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, mengakibatkan 22 orang kehilangan nyawa, dengan penyebab awal yang diduga berasal dari baterai drone.
Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Kepolisian dan tim laboratorium forensik tengah menyelidiki lebih lanjut untuk menemukan titik sumber api pertama dari insiden ini.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Bayu Megantara, menyatakan bahwa upaya pemadaman awal dilakukan oleh karyawan perusahaan menggunakan lima alat pemadam api ringan.
Sayangnya, usaha tersebut tidak berhasil karena asap terus meningkat dan menyulitkan proses evakuasi.
Baterai litium pada perangkat seperti drone dan mobil listrik diketahui berpotensi menyulut kebakaran besar. Sebuah kasus sebelumnya di Malaysia menunjukkan kerusakan pada komponen baterai dapat berakibat fatal.
Direktur Jenderal Pemadam Kebakaran Malaysia, Nor Hisham Mohammad, menegaskan bahwa hasil investigasi menemukan kebakaran disebabkan oleh kerusakan yang sudah ada sebelumnya di dalam kapsul baterai, bukan dari sumber catu daya.
Kebakaran yang diakibatkan oleh baterai litium tidak bisa dipadamkan dengan metode konvensional seperti air. Ahmad Wildan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa menyiramkan air pada baterai litium yang terbakar justru memperburuk keadaan.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
"Proses berantai terjadi karena satu sel baterai mengalami thermal runaway, dan tidak akan padam sebelum semua sel di dalam box tersebut habis terbakar," jelasnya.
Metode khusus dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran litium, seperti fire blanket yang mampu menahan suhu hingga 1.600°C, serta penggunaan cairan HARTINDO AF31 Lithium Fire Killer (LFK).
Hal ini mencerminkan perlunya penanganan yang lebih terencana dan berbasiskan riset dalam upaya mitigasi risiko kebakaran di masa mendatang.
Dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik, kewaspadaan para pemilik kendaraan harus ditingkatkan. Willy Hadiwijaya, CEO PT FAST, merekomendasikan pemilik kendaraan untuk menyediakan alat pemadam api ringan yang sesuai.
"APAR berbahan kimia berbasis air dan mengandung Potassium lebih efektif untuk memadamkan api dari baterai litium yang memiliki temperatur lebih dari 1.200 derajat Celsius," ungkap Willy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: