Menteri Keuangan Fokus Perkuat Sistem Pengawasan Bea Cukai dan Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan rapat penting dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta pada Selasa (9/12/2025). Diskusi ini menyoroti upaya perlindungan pasar domestik dan penguatan pengawasan terhadap barang ilegal.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dalam rapat tersebut, Purbaya menegaskan perlunya sistem pengawasan terintegrasi untuk melindungi ekonomi domestik dari peredaran barang ilegal. Ini menjadi perhatian utama selama masa jabatannya sebagai Menkeu.
Dalam rapat tersebut, Purbaya menekankan pentingnya sistem pengawasan yang terintegrasi untuk menjaga pasar domestik dari peredaran barang ilegal. "Perlindungan pasar domestik terus menjadi perhatian utama," tulis akun resmi Instagram @menkeuri.
Purbaya mencatat peningkatan peredaran barang ilegal, termasuk praktik curang dalam impor seperti underinvoicing. Dia menegaskan bahwa isu ini harus ditangani secara serius agar tidak merugikan perekonomian negara.
Ia merencanakan pengawasan langsung terhadap aktivitas impor dan ekspor yang akan dimulai pada Maret 2026. "Kebijakan ini akan diterapkan supaya para pejabat bea cukai di daerah tidak dapat meloloskan barang ilegal tanpa terdeteksi," ungkapnya.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Transformasi kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai menjadi salah satu fokus utama Purbaya, dengan target pencapaian dalam satu tahun ke depan. Dia tidak ragu untuk memberikan peringatan kepada pegawai jika kinerja mereka tidak membaik.
"Karena kan ke Bea Cukai sudah clear, saya bilang ke mereka kalau anda enggak bisa perbaiki dalam waktu setahun, ada kemungkinan besar pegawai dirumahkan," tegas Purbaya.
Ancaman ini mencerminkan ketegasan Purbaya dalam meningkatkan sistem manajemen di Bea Cukai, di mana jika perilaku buruk pegawai tidak berubah, ada kemungkinan DJBC akan dibubarkan dan digantikan oleh lembaga pengawasan lain.
Tidak hanya sektor Bea Cukai, Purbaya juga mengumumkan rencana untuk perbaikan terhadap kinerja Direktorat Jenderal Pajak. Namun, rincian mengenai mekanisme perbaikan tersebut masih belum diungkap.
"Ancaman saya ke Bea Cukai kan serius, kalau mereka main-main kita hantam, sama juga ke pajak juga sebentar lagi akan ada perbaikan yang amat signifikan," ujar Purbaya.
Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas serta transparansi dalam pengelolaan pajak dan bea cukai di Indonesia.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: