BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 11:56 WIB

Kritik Anggota DPR Terhadap Laporan Kementerian ESDM Tentang Listrik di Aceh

Kritik Anggota DPR Terhadap Laporan Kementerian ESDM Tentang Listrik di AcehKritik Anggota DPR Terhadap Laporan Kementerian ESDM Tentang Listrik di Aceh

Anggota DPR RI, TA Khalid, memberikan kritik tajam terhadap laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyatakan bahwa 97 persen listrik di Aceh sudah menyala pasca bencana alam.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Khalid menegaskan bahwa sebenarnya baru 60 persen listrik yang aktif di daerah yang terdampak, dan meminta pemerintah untuk melaporkan data yang akurat.

Kondisi Terkini Listrik di Aceh

Di tengah upaya pemulihan setelah bencana banjir dan longsor, laporan terbaru Menteri ESDM tentang kondisi listrik di Aceh menjadi sorotan publik. Khalid menyatakan bahwa saat ini hanya 60 persen listrik yang aktif di 18 kabupaten/kota yang terkena dampak bencana, bukan 97 persen seperti yang dilaporkan.

Ia menilai bahwa laporan yang tidak akurat dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat. Khalid menjelaskan bahwa informasi yang salah berpotensi menghambat penanganan bencana dan merugikan masyarakat Aceh yang sedang dalam situasi kritis.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Pimpinan Serikat Pekerja: Aksi Demonstrasi dan RUU Perampasan Aset Terjadi

Pentingnya Laporan Data yang Akurat

Khalid menegaskan urgensi bagi pemerintah untuk menyajikan laporan yang tepat mengenai kondisi listrik di Aceh. "Laporkan data sesungguhnya, jangan asal bapak senang. Seluruh menteri saya minta untuk tidak bohongi Presiden soal banjir di Aceh," ujarnya, menekankan pentingnya transparansi dan akurasi data dalam situasi darurat.

Masyarakat berharap informasi yang disampaikan dapat dijadikan sebagai dasar untuk langkah penanganan yang lebih efektif. Ketidakakuratan data, menurutnya, dapat mengakibatkan kebijakan yang keliru.

Peringatan bagi Pemimpin dan Masyarakat

Khalid juga menyampaikan bahwa ketidakakuratan dalam laporan dapat berakibat fatal bagi warga Aceh yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah. "Bisa jadi saat hunian sementara dibangun, data sesungguhnya juga akan dikurangi," tambahnya, menunjukkan potensi konflik antara pemimpin lokal dan masyarakat.

Ia menekankan, "Kita semua bekerja untuk rakyat, jangan sampai rakyat jadi korban atas laporan palsu yang kita sampaikan kepada Presiden," menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan data oleh setiap kementerian.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kritik Anggota DPR Terhadap Laporan Kementerian ESDM Tentang Listrik di Aceh

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!