Ketegangan di Perbatasan: Serangan Udara Thailand Tewaskan Warga Sipil Kamboja
Empat warga sipil Kamboja dilaporkan tewas akibat serangan udara militer Thailand. Insiden tersebut terjadi di perbatasan setelah ketegangan antara kedua negara kembali meningkat.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Serangan ini diluncurkan setelah militer Kamboja meluncurkan roket ke daerah Thailand, memicu tanggapan cepat dari jet tempur F-16 Thailand.
Pemerintahan Kamboja dan Thailand sering kali terlibat dalam ketegangan di perbatasan yang dipersengketakan. Serangan terbaru dimulai setelah militer Kamboja dilaporkan menembakkan roket BM-21 ke wilayah Thailand di Ban Sai Tho 10, yang terletak di distrik Ban Kruat, Provinsi Buri Ram.
Reaksi militer Thailand tidak menunggu lama, dengan mereka meluncurkan serangan udara sebagai balasan. Target dari serangan ini adalah lokasi-lokasi yang dianggap sebagai basis operasi militer Kamboja, menunjukkan intensitas konflik yang semakin meningkat.
Laporan awal mengungkapkan bahwa dalam serangan ini, satu tentara Thailand juga tewas, menambah ketegangan di kawasan tersebut. Otoritas Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear kemudian mengkonfirmasi bahwa empat warga sipil Kamboja menjadi korban akibat serangan udara tersebut.
Mayor Jenderal Winthai Suvaree, juru bicara Angkatan Darat Thailand, menegaskan bahwa mereka akan menggunakan segala daya untuk melindungi rakyat dan kedaulatan negara. Pernyataan ini mencerminkan pendekatan militer yang semakin agresif dalam menghadapi ancaman di perbatasan.
Situasi di perbatasan terus tegang dengan bentrokan yang terjadi di berbagai titik, di antaranya Chong An Ma, Hill 677, dan Huai Tamalia. Militer Thailand kini menggunakan jet tempur untuk menyerang target yang dianggap sebagai pos komando militer Kamboja.
Penyerangan ini kembali menyoroti konflik berkepanjangan antara kedua negara, di mana masalah territorial dan sejarah seringkali menjadi pemicu ketegangan. Hal ini menandakan bahwa situasi di kawasan ini masih jauh dari stabil.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: