Bahaya Infeksi RSV untuk Kesehatan Jantung Lansia
Infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV) mampu memicu komplikasi serius seperti gagal jantung, terutama pada kelompok lansia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 25% penyintas RSV berisiko tinggi mengalami gangguan jantung pasca-infeksi.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dalam konferensi kesehatan yang berlangsung baru-baru ini, dr. Robert Sinto mengungkapkan bagaimana infeksi RSV dapat memicu penggumpalan darah yang berbahaya bagi kesehatan jantung lansia. Hal ini menjadikan RSV lebih dari sekadar virus pernapasan ringan bagi orang tua.
Infeksi RSV dapat menyebabkan proses penggumpalan darah di dalam tubuh yang mengakibatkan gangguan signifikan pada sistem peredaran darah. Menurut dr. Robert, "Proses penggumpalan darah ini ternyata mengakibatkan gangguan jangka panjang untuk pasien tersebut, baik dari aspek jantung maupun aspek paru."
Perubahan ini bisa menghalangi aliran darah ke organ vital seperti jantung yang sangat membutuhkan pasokan oksigen. Dengan demikian, fungsi jantung mengalami penurunan yang signifikan khususnya pada pasien lansia.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meski banyak pasien tampak sembuh dari infeksi RSV, mereka berpotensi mengalami perburukan kondisi kesehatan yang tidak terduga.
Berdasarkan penelitian yang ada, pasien lansia dengan komorbid kardiovaskular yang terinfeksi RSV berisiko tinggi mengalami gagal jantung. Dr. Robert menekankan, "Jadi penelitian ini bicara mengenai orang yang sudah terkena RSV, kemudian dilihat komplikasi jangka panjang untuk jantungnya."
Data menunjukkan bahwa satu dari empat lansia yang memiliki penyakit jantung dan terinfeksi RSV berisiko tinggi mengalami penurunan fungsi jantung setelah sembuh. Meskipun kondisi kesehatan mereka sebelum infeksi terlihat baik, risiko gagal jantung pasca paparan virus sangat signifikan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keperluan pemantauan kesehatan jangka panjang bagi mereka yang pernah terjangkit RSV.
Dampak dari infeksi RSV tidak sekadar terbatas pada risiko gagal jantung. Infeksi ini dapat memicu reaksi berantai yang berdampak pada sistem tubuh lainnya, dengan meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung dan serangan jantung.
Menurut keterangan dr. Robert, "Ternyata virus itu (RSV) bisa menginduksi gangguan di pembekuan darah, sehingga memicu banyak faktor ini."
Ketika sistem kardiovaskular berada dalam tekanan, akan muncul komplikasi lainnya yang berpotensi mengancam jiwa di kemudian hari, sehingga menuntut perhatian lebih bagi pasien lansia.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: