Kasus Bocah Viral Diduga Konsumsi Narkoba di Muara Bungo
Seorang bocah laki-laki di Dusun Tebing Tinggi Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Muara Bungo, viral setelah dituduh melakukan pesta sabu-sabu bersama teman-temannya.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Dalam sebuah video yang beredar, bocah tersebut mengaku membeli sabu seharga Rp 30.000 dalam bentuk paket hemat.
Video yang memperlihatkan bocah tersebut diinterogasi oleh seorang pria telah menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, bocah itu menjelaskan bahwa tidak hanya ia, tetapi juga beberapa teman sebayanya turut mengonsumsi sabu dan lem aibon.
Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, menyatakan bahwa video itu direkam pada tahun 2024, namun kembali viral sekitar sepekan lalu setelah diunggah di Facebook. "Itu video lama, dan sudah diklarifikasi," ujarnya melalui pesan singkat.
Ia mengungkapkan bahwa bocah tersebut menyebutkan ada tiga temannya yang mengonsumsi sabu dan tiga lainnya menghirup lem. Hal ini mengindikasikan adanya penyebaran narkoba di kalangan anak-anak.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Menanggapi semakin ramainya video tersebut di media sosial, kepolisian setempat melakukan investigasi. "Kasat Narkoba dan Kapolsek Tanah Tumbuh sudah menindaklanjuti dengan melibatkan masyarakat melakukan razia," kata Natalena.
Kepolisian juga melakukan sweeping ke rumah terduga pengedar yang disebutkan bocah dalam video. Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti dan menjaga keamanan di lingkungan sekitar.
Hal ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menangani kasus penyalahgunaan narkoba, terutama yang melibatkan anak-anak.
Kasus bocah SD yang viral ini mencerminkan tantangan besar dalam penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak. Penyalahgunaan narkoba dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi perkembangan mental dan fisik anak.
Orang tua dan masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Pendidikan serta dialog terbuka mengenai bahaya narkoba sangat penting untuk diterapkan.
Satgas atau komunitas peduli narkoba diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak agar menjauhi barang berbahaya tersebut.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: