Situasi Radiasi di Cikande Masih Dalam Status Darurat
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengonfirmasi bahwa kondisi radiasi di Cikande, Serang, Banten, masih dalam kategori darurat akibat adanya 1.136,6 ton material terkontaminasi.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Material tersebut saat ini disimpan di interim storage milik PT PMT, yang memerlukan penanganan segera dan perencanaan detail.
Menteri Hanif menjelaskan bahwa langkah penanganan material terkontaminasi harus segera dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Memang kondisinya sangat darurat sehingga ke depan diperlukan segera dilakukan perencanaan detail," ungkap Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen Senayan.
Material yang terkontaminasi saat ini disimpan di interim storage milik PT PMT dan konsentrasi bahan nuklir di area ini memerlukan perhatian khusus agar tidak memunculkan risiko lebih lanjut bagi masyarakat.
Hanif juga menyebutkan bahwa dekontaminasi di 12 titik sudah selesai, tetapi satu titik masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. "Kami masih memerlukan kajian lebih lanjut," tegasnya, yang mengisyaratkan kemungkinan pengerobohan rumah jika cesium ditemukan di pondasi.
Kementerian Lingkungan Hidup berinisiatif memonitor kendaraan yang keluar dari kawasan Cikande dengan menggunakan alat portable radiation monitoring (RPM).
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dari total 71.000 kendaraan yang terpantau, sebanyak 48 kendaraan terdeteksi mengandung radionuklida.
Setiap kendaraan yang terkontaminasi akan segera dilakukan dekontaminasi. Hanif menambahkan, "Ini terjadi pada awal-awal hari saat kejadian, kemudian tidak muncul lagi kejadian sejak dua–tiga minggu setelah kejadian."
Tindakan ini mencerminkan kebijakan proaktif pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat sekitar.
Perencanaan dekontaminasi lebih lanjut akan melibatkan berbagai lembaga terkait untuk mencapai hasil yang efektif dan komprehensif.
Hanif menekankan pentingnya memiliki rencana yang baik agar proses penanganan dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: