BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 27 NOVEMBER 2025 • 21:55 WIB

Kasus Kehilangan Tumbler Berujung Pemecatan Karyawan di Perusahaan

Kasus Kehilangan Tumbler Berujung Pemecatan Karyawan di PerusahaanKasus Kehilangan Tumbler Berujung Pemecatan Karyawan di Perusahaan

Kasus hilangnya tumbler milik penumpang KRL, Anita Dewi, berujung pada pemutusan hubungan kerja di perusahaan tempatnya bekerja. Keputusan ini diambil setelah gelombang kritik di media sosial mengenai tindakan Anita yang dianggap tidak mencerminkan nilai perusahaan.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Perusahaan mengumumkan bahwa mulai tanggal 27 November 2025, Anita resmi tidak lagi bekerja setelah proses investigasi internal menyimpulkan adanya pelanggaran terhadap budaya kerja perusahaan.

Tumbler Hilang: Awal Mula Masalah

Insiden ini bermula ketika Anita Dewi, penumpang KRL, melaporkan bahwa tumbler miliknya hilang setelah meninggalkan cooler bag di dalam kereta. Ia mengekspresikan keluhannya di media sosial, menyalahkan petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) atas kehilangan barang tersebut.

Anita tercatat naik KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung pada 24 November 2025 dan baru menyadari cooler bag tertinggal setelah turun di Stasiun Rawa Buntu. Ketika ia mengambil barang tersebut keesokan harinya, dia mendapati tumbler kesayangannya sudah tidak ada.

"Shock berat pas dibuka kok ada yang hilang! TUMBLER TUKUKU TIDAK ADA!" tulis Anita di media sosial, menambah kompleksitas situasi yang terjadi.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Reaksi Publik dan Pemecatan Karyawan

Kasus ini menjadi viral dan memicu perdebatan di media sosial, banyak yang mendukung petugas keamanan KAI bernama Argi. Argi mengaku tertekan akibat situasi tersebut dan menyatakan bahwa ia terancam dipecat setelah dikaitkan dengan kehilangan tumbler milik Anita.

Pihak perusahaan tempat Anita bekerja kemudian mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pemecatan tersebut, menegaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan investigasi internal yang menilai tindakan Anita tidak mencerminkan budaya kerja perusahaan.

"Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami," tulis mereka dalam pengumuman.

Klarifikasi dari PT KAI

Menanggapi isu yang berkembang mengenai petugas Argi, PT KAI memberikan penjelasan bahwa mereka tidak memecat Argi. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menekankan bahwa perusahaan masih melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Karina juga menegaskan bahwa barang pribadi yang tertinggal di kereta tetap menjadi tanggung jawab penggunanya. Ketika barang tersebut hilang, pihak KAI berusaha untuk memberi klarifikasi atas situasi dan konteks insiden yang terjadi.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kasus Kehilangan Tumbler Berujung Pemecatan Karyawan di Perusahaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!