Mengungkap Diabesity: Ancaman Ganda bagi Kesehatan Global
Diabesity menjadi perhatian utama dalam dunia kesehatan, menggabungkan kondisi obesitas dan diabetes tipe 2 yang semakin meningkat secara global.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Penyakit ini bukan hanya sekadar epidemi, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius bagi penderitanya.
Diabesity bukanlah diagnosis resmi, melainkan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan di mana seseorang mengalami obesitas dan diabetes tipe 2 secara bersamaan.
Seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas, diabesity telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Obesitas berkontribusi pada pengembangan diabetes dengan memperburuk resistensi insulin di dalam tubuh.
Dalam kondisi ini, sel-sel tubuh menolak insulin yang berfungsi mengatur glukosa, berakibat pada kelebihan glukosa dalam darah.
Kombinasi antara obesitas dan diabetes tipe 2 meningkatkan risiko penyakit jantung, yang merupakan penyebab utama kematian di banyak negara.
Sebuah studi tahun 2020 memperkirakan jumlah individu dengan diabetes akan mencapai 642 juta pada tahun 2040, dengan lemak tubuh sebagai faktor risiko terkuat.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: