Bencana Alam Melanda Sumatera Utara: 34 Tewas dan 52 Hilang
Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara menyebabkan 34 orang meninggal dunia dan 52 orang lainnya masih hilang.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Sejak awal pekan ini, terdapat 148 kejadian bencana di 12 kabupaten/kota di Sumut, dengan dampak parah yang terlihat di Tapanuli Selatan.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa total ada 175 korban akibat bencana yang terjadi.
Dari jumlah tersebut, 34 orang dinyatakan tewas dan 52 orang masih dalam pencarian hingga Rabu (26/11) malam.
Menurut laporan, jenis bencana yang terjadi mencakup tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung.
Kerugian besar dialami terutama di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, di mana permukiman terendam dan akses jalan terputus.
Wilayah yang paling parah terdampak adalah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara, yang mengalami banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Banyak titik mengalami longsor sehingga mengakibatkan akses menuju daerah-daerah tertentu menjadi terputus.
Ferry menambahkan, 'Data ini bersifat sementara. Beberapa wilayah, seperti Medan dan Deli Serdang, belum dapat melaporkan kondisi secara menyeluruh karena hujan yang terus menerus dan akses yang belum pulih.'
Kondisi ini membuat penyampaian bantuan dan penanganan bencana semakin sulit dilakukan.
Polda Sumut berkomitmen untuk memperbarui data dan informasi terkait bencana ini secara berkala.
Proses pencarian korban yang hilang dilakukan dengan segera meskipun cuaca yang belum membaik membatasi akses ke beberapa lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: