Kepala Patung Soekarno di Indramayu Terkena Tenda, Perbaikan Segera Dilakukan
Kepala patung Soekarno di Alun-alun Indramayu mengalami kerusakan setelah tertimpa tenda saat sebuah acara. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memastikan bahwa patung tersebut akan segera diperbaiki dan telah dicopot dari posisinya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Insiden ini disebabkan oleh angin puting beliung yang melanda Indramayu, yang mengakibatkan tenda pada acara pelantikan PPPK Paruh Waktu jatuh dan menimpa patung, menyebabkan kerusakan serius pada bagian leher.
Kepala patung Soekarno di kawasan Alun-alun Indramayu telah menjadi perhatian publik setelah video insiden tersebut viral. Tenda yang digunakan pada acara pelantikan PPPK Paruh Waktu menimpa patung tersebut, menyebabkan posisinya menjadi miring.
Bupati Lucky Hakim menjelaskan bahwa insiden ini disebabkan oleh angin puting beliung yang melanda area tersebut. "Patungnya ketiban tenda. Kemarin itu ada acara pelantikan PPPK Paruh Waktu. Di Indramayu saat ini banyak angin puting beliung, sepertinya (tenda) itu kena angin," ujarnya.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Lucky Hakim menambahkan bahwa kerusakan pada bagian leher patung cukup serius. Sebelum memutuskan untuk memperbaiki, pihaknya sempat menutup patung untuk menjaga agar tidak terlihat tidak pantas.
Akhirnya, pihak pemerintah daerah memutuskan untuk mencopot patung Soekarno dan juga patung Mohammad Hatta yang berada di sebelahnya untuk segera diperbaiki. "Patungnya dua-duanya dicopot dulu untuk dibenerin," kata Lucky Hakim.
Insiden ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat, terutama mengingat posisi Soekarno sebagai Presiden Pertama RI. Publik berharap perbaikan patung bisa dilakukan segera agar simbol nasional ini kembali terlihat baik.
Dengan langkah perbaikan ini, diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik patung, tetapi juga menjaga makna sejarah yang terkandung dalam sosok Soekarno dan Mohammad Hatta di mata masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: