China Uji Coba Pengiriman 'Astronaut Tikus' ke Stasiun Luar Angkasa
China berhasil melakukan uji coba pengiriman 'astronaut tikus' ke stasiun luar angkasa pada 31 Oktober 2025. Tikus-tikus tersebut tinggal di stasiun luar angkasa selama hampir dua minggu untuk kepentingan penelitian.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Eksperimen ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh kondisi luar angkasa terhadap perilaku dan fisiologi tikus, yang dianggap memiliki kemiripan genetik dengan manusia.
Tikus dipilih untuk uji coba ini karena ukurannya yang kecil, siklus reproduksi yang pendek, dan kemudahan dalam modifikasi genetik. Menurut para ilmuwan, hewan ini menjadi objek penelitian ideal untuk menganalisis perkembangan organisme di luar angkasa.
Selama berada di luar angkasa, tikus-tikus tersebut dipantau secara konstan menggunakan video multidimensi. Data yang dikumpulkan selama pengamatan ini akan dianalisis untuk memahami pengaruh lingkungan luar angkasa terhadap perilaku mereka.
Zhang Lu, pakar dari Technology and Engineering Center for Space Utilization, Chinese Academy of Sciences (CAS), menyatakan, "Percobaan ini memberi kita dasar yang baik untuk penelitian mamalia berskala besar lebih lanjut di orbit."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Setelah kembali ke Bumi, tim ilmuwan akan melakukan analisis terhadap perilaku, fisiologi, dan metrik biokimia tikus tersebut. Investigasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi respons akut dan perubahan adaptif hewan terhadap kondisi luar angkasa.
Huang Kun, pakar dari CSU, menekankan pentingnya temuan ini, "Temuan ini akan sangat penting untuk menilai kelayakan kelangsungan hidup dan reproduksi manusia jangka panjang di luar angkasa."
Melalui eksperimen ini, diharapkan dapat memperoleh wawasan yang bermanfaat untuk kesehatan manusia di Bumi serta langkah kemajuan dalam penelitian ilmu hayati luar angkasa.
Selain mengirim tikus, misi ini juga melibatkan astronaut Tiongkok yang menjalani empat aktivitas extravehicular dan tugas transfer muatan. Mereka berhasil memasang perangkat pelindung dari puing-puing luar angkasa serta mempersiapkan peralatan tambahan eksternal.
Kerjasama antara kru astronaut dan personel ilmiah serta teknis berbasis darat mencapai banyak hasil dalam sains material antariksa dan kedokteran antariksa. Contohnya, pembangunan 'kebun luar angkasa' yang berhasil menanam wortel dan memanen selada di dalam modul Laboratorium Wentian.
Misi Shenzhou-20 yang berlangsung selama 204 hari ini adalah yang terlama bagi stasiun luar angkasa China. Ketiga astronaut yang terlibat, Chen Dong, Chen Zhongrui, dan Wang Jie, berhasil mendarat dengan selamat di Gurun Gobi, China Utara.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: