BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 16:40 WIB

Keterkaitan Kepemilikan Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian Terbaru

Keterkaitan Kepemilikan Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian TerbaruKeterkaitan Kepemilikan Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian Terbaru

Sebuah penelitian terbaru dari Pusat Penelitian Kesehatan Mental Queensland, Australia, mengungkapkan bahwa memelihara kucing dapat berhubungan dengan peningkatan risiko skizofrenia.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Penelitian ini, yang melibatkan analisis terhadap 17 studi, dipimpin oleh Psikiater John McGrath dan hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Schizophrenia Bulletin pada tahun 2024.

Gagasan Awal dan Penelitian Terkait

Gagasan bahwa kepemilikan kucing berhubungan dengan risiko skizofrenia telah muncul dalam penelitian yang diterbitkan pada tahun 1995. Dalam studi tersebut, parasit Toxoplasma gondii dianggap sebagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko tersebut.

Studi oleh Cureus pada tahun 2022 menunjukkan bahwa berada di sekitar kucing selama masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko gangguan mental. Sebaliknya, penelitian dari Plos One pada tahun 2019 tidak menemukan hubungan signifikan antara memelihara kucing dan risiko skizofrenia.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dampak Toxoplasma Gondii

Toxoplasma gondii adalah parasit yang dapat ditularkan melalui daging yang kurang matang atau feses kucing yang terinfeksi. Di Amerika Serikat, diperkirakan sekitar 40 juta orang terinfeksi oleh parasit ini.

Parasit ini dapat memengaruhi neurotransmiter dalam sistem saraf pusat, yang dikaitkan dengan perubahan kepribadian dan gejala psikotik, seperti skizofrenia. Namun, penting untuk dicatat bahwa belum ada bukti kuat bahwa parasit ini secara langsung menyebabkan perubahan tersebut atau bahwa infeksi ditularkan dari kucing ke manusia.

Kualitas Penelitian dan Variabilitas Hasil

Dari 17 studi yang ditinjau, sebagian besar merupakan studi kasus-kontrol yang tidak dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung, sering kali mengabaikan faktor lain. Hal ini membuat hasilnya menjadi tidak konsisten dan memerlukan analisis yang lebih mendalam.

Contohnya, jurnal dari Plos One tahun 2019 menunjukkan hubungan signifikan hanya pada anak-anak berusia 9 hingga 12 tahun. Sementara itu, penelitian dari Schizophrenia Research tahun 2013 menemukan tidak ada hubungan antara kepemilikan kucing dan skor skizotipi, meskipun individu yang pernah digigit kucing menunjukkan skor yang lebih tinggi.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keterkaitan Kepemilikan Kucing dan Risiko Skizofrenia Berdasarkan Penelitian Terbaru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!