Tekanan Pasar Kripto: Bitcoin Turun, Investor Melakukan Aksi Ambil Untung
Pasar kripto kembali mengalami tekanan di pertengahan pekan, dengan harga Bitcoin (BTC) turun ke sekitar US$103.000 setelah awal pekan sempat menyentuh angka di atas US$106.000.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa Bitcoin melemah 2% dalam 24 jam terakhir, dan volume perdagangan harian juga mengalami penurunan signifikan.
Pada Rabu siang, harga Bitcoin tercatat di level rendah harian sebesar US$102.400 sebelum mengalami rebound menuju angka US$103.500.
Koreksi harga ini dimulai pada Selasa malam ketika Bitcoin jatuh di bawah level psikologis penting, US$103.000, setelah sebelumnya mencapai angka tertinggi di US$106.600 pada Senin.
Selain Bitcoin, beberapa altcoin utama juga mengalami penurunan harga, dengan Ethereum (ETH) turun hampir 4% ke level US$3.440, bersama XRP, BNB, dan Solana yang melemah antara 3% sampai 5%.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Menurut Vincent Liu, Chief Investment Officer di Kronos Research, penurunan tajam harga Bitcoin terutama disebabkan oleh aksi ambil untung investor yang besar-besaran serta likuidasi posisi long.
"Penurunan Bitcoin dipicu oleh profit-taking dan likuidasi posisi leverage setelah gagal menembus area resistensi penting," jelas Liu.
Ia menambahkan bahwa kenaikan sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen positif terkait pengesahan RUU pembukaan kembali pemerintahan federal di AS.
Di sisi lain, pasar kini berfokus pada kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan Desember mendatang, yang awalnya ditafsirkan sebagai katalis positif bagi aset berisiko seperti kripto.
Namun, optimisme tersebut mulai surut setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, mengingatkan bahwa keputusan mengenai pemangkasan suku bunga belum final.
Analis dari Presto Research, Min Jung, menyatakan bahwa dampak pemangkasan suku bunga terhadap harga kripto kemungkinan akan terbatas, meskipun dapat meningkatkan selera risiko di pasar.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: