BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 13:55 WIB

Operasi Zebra 2025: Menjaga Ketertiban Lalu Lintas Menjelang Nataru

Operasi Zebra 2025: Menjaga Ketertiban Lalu Lintas Menjelang NataruOperasi Zebra 2025: Menjaga Ketertiban Lalu Lintas Menjelang Nataru

Korlantas Polri akan melaksanakan Operasi Zebra 2025 dari tanggal 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan meningkatkan disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho berharap operasi ini mampu menciptakan kondisi tertib di jalan. Pendekatan humanis dan edukatif akan diterapkan, termasuk bagi driver ojek online.

Tujuan dan Pendekatan Operasi Zebra 2025

Korlantas Polri menjelaskan bahwa Operasi Zebra 2025 merupakan langkah awal untuk menciptakan ketertiban di jalan raya. Irjen Agus Suryonugroho menegaskan, "Operasi Zebra 2025 ini menjadi tahapan awal untuk menyiapkan kondisi tertib di jalan raya, sekaligus mengedukasi masyarakat agar disiplin berlalu lintas menjelang libur panjang Nataru."

Operasi ini tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat. Penertiban terhadap balap liar menjadi prioritas utama, dan Korlantas mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan keselamatan berkendara.

Kesiapan pelaksanaan operasi disampaikan oleh Kabagops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin. Dalam rapat di Bandung, Kombes Aries menekankan pentingnya operasi ini sebagai persiapan untuk Operasi Lilin di akhir tahun.

Strategi Operasi dan Sasaran Utama

Kombes Aries menekankan bahwa ada tiga sasaran utama dalam Operasi Zebra 2025. Pertama, mempersiapkan pelaksanaan Operasi Lilin; kedua, merespons analisis Kamseltibcarlantas dari tiga bulan terakhir; dan ketiga, menertibkan balap liar yang menjadi perhatian publik.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Beliau menyebutkan, "Operasi Zebra bukan semata penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tertib dan selamat di jalan raya." Tidak hanya tindakan penindakan, tetapi juga edukasi kepada pengendara menjadi kunci dalam operasi ini.

Analisis sebelumnya menunjukkan adanya 639.739 pelanggaran lalu lintas dalam tiga bulan terakhir, dengan sebagian besar pelanggar adalah pengguna sepeda motor berusia 26 hingga 45 tahun.

Implementasi dan Teknologi dalam Penegakan Hukum

Korlantas akan mengembangkan penggunaan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk mendukung penegakan hukum lalu lintas. Kombes Aries menegaskan bahwa idealnya 95 persen penindakan dilakukan melalui ETLE, meskipun tilang manual masih terjadi di lapangan.

"Kemarin saya sudah koordinasi dengan Dirgakkum. Tilang tetap bisa digunakan, tapi porsinya tetap 95 persen ETLE dan 5 persen manual, khusus wilayah yang belum punya ETLE statis atau untuk pelanggaran yang benar-benar perlu ditilang," ujarnya.

Operasi Zebra juga akan menciptakan basis data kendaraan yang terjaring melalui Sistem Informasi Satuan Operasi (SISLAOPS) Korlantas. "Data ini bisa diintegrasikan ke Samsat saat perpanjangan kendaraan," jelas Kombes Aries.

Dalam penerapan hukum, pendekatan humanis akan dilakukan melalui teguran simpatik. Kombes Aries mengingatkan pentingnya prosedur dalam setiap tindakan, dengan penegasan bahwa "Kendaraan yang belum lengkap tidak bisa keluar sebelum dilengkapi."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Operasi Zebra 2025: Menjaga Ketertiban Lalu Lintas Menjelang Nataru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!