Sudan, Negara dengan Piramida Terbanyak di Dunia
Dalam fakta yang mungkin mengejutkan, Sudan teridentifikasi sebagai negara dengan jumlah piramida terbanyak di dunia, secara signifikan mengalahkan Mesir yang lebih terkenal.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Di Sudan terdapat setidaknya 255 piramida, hampir dua kali lipat dibandingkan 135 piramida yang ada di Mesir, menegaskan kekayaan sejarah peradaban kuno di wilayah tersebut.
Piramida di Sudan dibangun pada sekitar abad ke-8 SM di wilayah Nubia, yang merupakan pusat kekuasaan Kerajaan Kush kuno.
Sebagian besar situs piramida ini dapat ditemukan di kawasan yang dikenal sebagai Nubia, di mana terdapat sekitar 200 monumen runcing dan 41 makam bangsawan Kush.
Walaupun piramida-piramida ini tidak setenar yang ada di Mesir, mereka memiliki nilai sejarah dan arkeologis yang sangat penting.
Kembali dikenalnya peradaban ini dimulai pada 1830-an saat seorang pemburu harta karun bernama Giuseppe Ferlini menemukan artefak dari salah satu situs piramida.
Tindakan Ferlini dalam menjarah peninggalan kuno menuai banyak kecaman karena dianggap merusak situs bersejarah tersebut.
Baca juga: Sidang Etik Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online, Kompol Cosmas Dikenakan Pelanggaran Berat
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi modern seperti LIDAR (Light Detection and Ranging) sekarang digunakan untuk menemukan situs-situs bersejarah yang tersembunyi.
Teknologi ini memungkinkan para arkeolog untuk memindai wilayah yang terhalang oleh hutan dan mendeteksi struktur yang mungkin tidak terlihat di permukaan.
Berkat kemajuan ini, para peneliti meyakini bahwa masih ada banyak piramida yang belum ditemukan, baik di Sudan maupun di negara lain.
Selain Sudan dan Mesir, negara-negara lain juga memiliki piramida bersejarah yang menarik perhatian, seperti Nigeria yang memiliki sekitar 10 piramida Nsude.
Di Meksiko, terdapat puluhan piramida seperti Piramida Maya, Aztec, dan Piramida Matahari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: