Menteri Keuangan Sampaikan Pesan Penting Terkait Penerimaan Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengunjungi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar guna membahas target penerimaan pajak yang belum tercapai. Ia menekankan bahwa tantangan ini bukan sepenuhnya kesalahan para petugas pajak, tapi juga dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang sedang lesu.
Baca juga: Kemenperin Belum Menerima Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya mengharapkan agar petugas pajak tetap optimis meskipun realisasi hingga September 2025 hanya mencapai 58,16% dari target APBN. Ia memberi semangat kepada para petugas untuk terus berupaya maksimal dalam mengumpulkan pajak.
Dalam kunjungannya, Purbaya menjelaskan bahwa ketidakmampuan mencapai target penerimaan pajak tidak semata-mata disebabkan oleh kesalahan internal di Direktorat Jenderal Pajak. Ia menyatakan, "Saya pernah bilang di meeting besar, bukan salah orang pajak itu (target penerimaan) enggak tercapai, tapi karena ekonominya turun."
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa faktor eksternal, seperti penurunan ekonomi, berperan signifikan terhadap fluktuasi penerimaan pajak. Purbaya berusaha untuk memberi semangat kepada petugas pajak agar tetap optimis dan bekerja secara efisien.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Meskipun realisasi penerimaan pajak hingga September 2025 hanya mencapai Rp 1.273,35 triliun atau 58,16% dari target dalam APBN 2025 sebesar Rp 2.189 triliun, Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa setoran pajak akan tercapai. "Teman-teman pajak, jangan putus asa. Target pasti bisa tercapai," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya upaya maksimal dalam mengumpulkan pajak, dengan harapan bahwa pelaksanaan tugas akan menunjukkan hasil positif menjelang akhir tahun ini. Optimisme ini juga didasari atas keyakinan bahwa kondisi ekonomi akan membaik.
Purbaya percaya bahwa penerimaan pajak di tahun mendatang akan lebih baik seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi. "Kalau rasio kita betul, private sector berjalan baik," katanya, menandakan keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
Ia mengingatkan pegawai pajak untuk selalu menjaga integritas dan memahami tanggung jawab mereka. "Yang penting Anda ngerti kan apa yang Anda kerjain. Jaga terus integritas," tegasnya, menunjukkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam pengelolaan pajak.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: