BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 14:46 WIB

Lonjakan Permintaan Hardware Wallet Pasca Peretasan Kripto Besar-besaran

Lonjakan Permintaan Hardware Wallet Pasca Peretasan Kripto Besar-besaranLonjakan Permintaan Hardware Wallet Pasca Peretasan Kripto Besar-besaran

Peretasan besar-besaran dalam dunia aset kripto telah memicu lonjakan signifikan dalam permintaan perangkat penyimpanan kripto offline atau hardware wallet.

Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan

Investor kini lebih memilih untuk menyimpan Bitcoin dan aset lainnya dalam dompet yang lebih aman sebagai upaya pencegahan kehilangan aset digital mereka.

Kenaikan Permintaan Hardware Wallet

Perusahaan keamanan digital Ledger, yang berbasis di Prancis, melaporkan bahwa tahun 2025 merupakan yang tersibuk sejak mereka didirikan pada 2014. Lonjakan ini didorong oleh semakin tingginya kesadaran pengguna untuk menjaga keamanan aset kripto mereka dengan menyimpannya secara offline.

CEO Ledger, Pascal Gauthier, mengatakan, "Kita sedang hidup di era di mana semua bisa diretas, rekening bank, data pribadi, hingga dompet kripto. Dan situasinya tidak akan membaik tahun depan."

Pendapatan Ledger tercatat mencapai ratusan juta dollar AS pada tahun ini, seiring dengan maraknya peretasan di berbagai platform kripto. Riset dari Chainalysis menunjukkan bahwa nilai aset kripto yang dicuri pada paruh pertama 2025 mencapai 2,2 miliar dollar AS.

Sebanyak 25% dari insiden peretasan tahun ini menargetkan dompet pribadi individu, mencerminkan tidak hanya kerentanan bursa besar namun juga pengguna individu.

Aktivitas Kripto yang Meningkat dan Tantangan Keamanan

Harga Bitcoin yang melonjak, didorong oleh sikap pro-kripto dari pemerintahan di AS, ternyata diiringi dengan peningkatan signifikan dalam kejahatan siber. Kasus pencurian aset kripto terbesar terjadi pada bulan Februari 2025, ketika peretas yang diduga berasal dari Korea Utara mencuri 1,5 miliar dollar AS dari bursa Bybit.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Ari Redbord, Kepala Kebijakan Global TRM Labs, menyatakan, "Kami menyaksikan tahun dengan rekor tertinggi untuk aktivitas kripto yang sah sekaligus aktivitas ilegalnya."

Permintaan untuk perangkat penyimpanan seperti Ledger juga melonjak menjelang musim belanja Black Friday dan Natal, di mana penjualan umumnya meningkat. Perusahaan dikabarkan akan menggalang dana baru melalui penawaran saham di New York.

Di saat yang sama, Ledger mengelola sekitar 100 miliar dollar AS aset kripto milik pelanggan, memberi gambaran betapa pentingnya keamanan bagi pengguna kripto.

Meningkatnya Ancaman Kejahatan Fisik dan Digital

Risiko keamanan tidak hanya terbatas pada dunia digital. Kenaikan harga aset kripto telah memicu lonjakan dalam kejahatan fisik seperti penculikan individu yang memiliki aset digital bernilai tinggi.

Salah satu insiden paling mencolok melibatkan pendiri Ledger yang diculik oleh pelaku yang menuntut tebusan dalam bentuk kripto. Kasus ini diakhiri dengan penangkapan pelaku dan pembekuan dana tebusan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Lonjakan Permintaan Hardware Wallet Pasca Peretasan Kripto Besar-besaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!