FIFA Menjatuhkan Sanksi untuk Dua Pemain Timnas Indonesia
Dua pemain Timnas Indonesia, Thom Haye dan Shayne Pattynama, baru saja dijatuhi sanksi oleh FIFA dalam bentuk denda dan larangan bermain di pentas internasional.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Sanksi ini diumumkan oleh Komite Disiplin FIFA pada Rabu, 5 November 2025, yang mencakup larangan tampil sebanyak empat kali berturut-turut.
Keduanya dijatuhi denda sebesar 5.000 Swiss Franc, setara dengan Rp103 juta per pemain. Dengan demikian, PSSI harus membayar total denda sebesar Rp206 juta kepada FIFA.
Sanksi ini disebabkan oleh tindakan yang dianggap tidak sportif, yang dilakukan Haye dan Shayne selama dan setelah pertandingan melawan Irak pada 11 Oktober 2025.
Laga tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Irak, namun di akhir pertandingan, terdapat protes dari kedua pemain terhadap keputusan wasit, yang berujung pada pemberian kartu merah.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dengan penjatuhan sanksi tersebut, Haye dan Shayne akan absen dalam empat pertandingan mendatang dari Timnas Indonesia. Rencana agenda pertandingan yang terancam adalah pada Maret dan Juni 2026.
Ketidakhadiran kedua pemain kunci ini tentu memberi dampak signifikan terhadap persiapan dan performa tim dalam laga-laga yang akan datang.
Keputusan FIFA ini, sesuai dengan dokumen yang dirilis, tidak dapat diajukan banding, sehingga Haye dan Shayne harus menerima sanksi tersebut dengan lapang dada.
Sikap PSSI sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia dalam menanggapi sanksi ini sangat penting, terutama dalam menjaga citra tim nasional di pentas internasional.
Sementara itu, Manager Timnas, Sumardji, yang juga mendapatkan kartu merah dalam insiden tersebut, diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya ke depan.
Ketidakpuasan terhadap keputusan wasit dalam pertandingan sebelumnya diharapkan dapat dijadikan pelajaran berharga bagi tim untuk menghindari situasi serupa di masa mendatang.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: