Keluhan Pengguna Motor Terkait Bahan Bakar Pertalite: Tanggapan Pemerintah dan Pertamina
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi keluhan pengguna motor yang mengalami masalah setelah menggunakan bahan bakar Pertalite di Jawa Timur.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation di Tengah Demo Pelajar
Dia menyebutkan bahwa pemerintah telah membentuk tim untuk memverifikasi laporan-laporan tersebut dan mencari tahu penyebab masalah yang terjadi.
Kasus motor 'brebet' dimulai dari daerah Tuban dan Bojonegoro, lalu menyebar ke wilayah lain seperti Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Pengguna motor melaporkan bahwa kendaraan mereka mengalami masalah seperti tersendat saat digas atau bahkan mogok.
Salah satu warga Surabaya, Erik, mengungkapkan, "Brebet gitu sejak dua minggu lalu, tetapi tetap saya pakai ke mana-mana. Dan tetap beli bensin juga." Ia menjadi salah satu contoh dari banyaknya keluhan yang diterima.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Mekanik dari bengkel juga menunjukkan keanehan dengan mencium bau bahan bakar Pertalite dari motor pelanggan yang mengalami kerusakan. Rudi Hartono, salah satu mekanik, menyatakan, "Banyak yang mogok, brebet injeksinya. Seperti kehabisan bensin padahal bensinnya masih ada."
Bahlil menyampaikan bahwa pihaknya telah menugaskan tim untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi fakta terkait laporan yang masuk. "Saya sudah turunkan timnya, nanti mungkin sore saya balik sudah dapat laporannya," ujarnya saat meresmikan proyek di Sulawesi Utara.
Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) turut serta dalam tim tersebut untuk memeriksa kualitas bahan bakar yang digunakan masyarakat. Bahlil menegaskan, "Saya sudah, lagi cek ya di Lemigas kebenarannya dan saya minta laporannya."
PT Pertamina (Persero) juga merespons situasi ini dengan membuka posko pengaduan di beberapa lokasi untuk menampung keluhan masyarakat. Posko pengaduan dibuka di 15 titik di wilayah Jawa Timur, termasuk di Surabaya dan daerah-daerah sekitarnya.
Laporan yang diterima di posko ini akan menjadi bagian dari evaluasi dan tindak lanjut guna menjamin kualitas bahan bakar yang dijual. Pertamina menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memastikan keamanannya di tengah keluhan pengguna.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: