BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 27 OKTOBER 2025 • 15:49 WIB

Stunting di Indonesia: Masalah Gizi yang Perlu Perhatian Serius

Stunting di Indonesia: Masalah Gizi yang Perlu Perhatian SeriusStunting di Indonesia: Masalah Gizi yang Perlu Perhatian Serius

Stunting merupakan masalah serius yang memengaruhi perkembangan anak-anak di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang optimal pada awal pertumbuhan mereka.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Tidak hanya berdampak pada tinggi badan, stunting juga memengaruhi kemampuan kognitif anak, dan tingkatannya masih cukup tinggi di berbagai daerah.

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dari standar pertumbuhan anak seusianya. Hal ini biasanya terjadi akibat kurangnya nutrisi pada tahun-tahun awal kehidupan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan stunting sebagai tinggi badan yang kurang dari dua standar deviasi di bawah rata-rata pertumbuhan. Ini bukan sekadar masalah fisik, tetapi juga berpengaruh pada kemajuan mental dan fisik anak.

Data tahun 2022 menunjukkan bahwa sekitar 17,8% anak di Indonesia mengalami stunting. Angka ini menggambarkan perlunya perhatian yang lebih besar terhadap pola makan dan gizi anak sejak dini.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi

Penyebab Stunting

Salah satu penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi, terutama pada seribu hari pertama kehidupan, yakni dari kehamilan hingga usia dua tahun. Dalam periode kritis ini, kebutuhan nutrisi anak sangat tinggi dan kekurangan dapat berakibat fatal.

Faktor lingkungan, seperti akses terhadap air bersih dan sanitasi yang buruk, juga berkontribusi terhadap masalah ini. Lingkungan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko infeksi, mengganggu penyerapan nutrisi yang dibutuhkan anak.

Ketidakberdayaan ekonomi orang tua juga menjadi faktor signifikan. Banyak keluarga kurang mampu memiliki akses terbatas ke makanan bergizi yang diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal.

Dampak Jangka Panjang Stunting

Dampak stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi kemampuan belajar anak di sekolah. Penelitian menunjukkan anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih rendah.

Secara sosial, ada anggapan bahwa anak stunting memiliki potensi yang lebih kecil untuk berkontribusi. Hal ini memperkuat siklus kemiskinan, di mana anak-anak yang stunting cenderung tetap berada dalam kondisi ekonomi yang buruk saat dewasa.

Stunting juga meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa, seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penanganan masalah ini sejak dini sangat penting untuk meminimalisir dampaknya.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Stunting di Indonesia: Masalah Gizi yang Perlu Perhatian Serius

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!