BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 12:59 WIB

KPK Mulai Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

KPK Mulai Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-BandungKPK Mulai Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan telah mulai melakukan pencarian informasi terkait dugaan mark up pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang populer dengan sebutan Whoosh. Pernyataan ini disampaikan oleh pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca juga: Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Langkah ini diambil setelah Mahfud MD mengajukan dugaan yang sama melalui akun YouTube pribadinya, yang menekankan pentingnya penelusuran oleh pihak yang berwenang. KPK menyambut baik informasi tersebut dan membuka kemungkinan untuk menerima bukti-bukti dari pihak terkait.

Dugaan Rasuk dalam Proyek Whoosh

Dugaan mark up pada proyek Whoosh pertama kali diungkap oleh Mahfud MD melalui video di YouTube. Dalam video tersebut, Mahfud menekankan pentingnya penelusuran oleh pihak-pihak yang berwenang terkait proyek yang tengah dikerjakan.

Menanggapi pernyataan tersebut, Asep Guntur Rahayu dari KPK menyatakan bahwa lembaganya tidak akan tinggal diam. KPK pun aktif mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai dugaan yang telah didiskusikan di publik.

Ia juga menekankan bahwa terbuka bagi Mahfud untuk menyerahkan bukti-bukti yang dapat mempercepat proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Respons KPK terhadap Dugaan Mark Up

Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa KPK memiliki sumber daya yang cukup untuk mengumpulkan data dan bukti terkait kasus ini. Namun, ia menegaskan bahwa rincian mengenai informasi yang sudah dikumpulkan saat ini tidak dapat diungkapkan ke publik.

Dalam keterangannya, Asep mengatakan, "Kami (sedang) mengumpulkan informasi dan bukti-bukti terkait," yang menunjukkan keseriusan KPK dalam menanggapi informasi yang berkembang.

Alasan tidak adanya pengungkapan rincian lebih lanjut adalah untuk menjaga integritas proses penyelidikan dan memastikan bahwa semua langkah yang diambil sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kolaborasi untuk Mempercepat Penyelidikan

KPK berkomitmen untuk menjaga transparansi dan keterbukaan kepada masyarakat terkait pengumpulan informasi. Asep Guntur Rahayu menyarankan agar Mahfud MD dapat menyampaikan data dukung yang ada, sehingga penyelidikan bisa lebih cepat dan efektif.

Kolaborasi antara KPK dan pihak-pihak yang memiliki informasi relevan diharapkan dapat membantu mempercepat proses penyelidikan kasus dugaan rasuah ini.

Dengan adanya partisipasi dari masyarakat, diharapkan penyelidikan dapat berjalan dengan lebih baik dan hasilnya dapat diketahui publik dengan cepat.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

KPK Mulai Selidiki Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!