Pembentukan Ditjen Pesantren Diharapkan Resmi pada Hari Santri
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan harapannya agar pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dapat diresmikan pada Hari Santri, Rabu (22/10/2025).
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Serah terima persyaratan pembentukan Ditjen tersebut telah dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto.
Nasaruddin Umar menyatakan bahwa semua persyaratan yang diminta telah dilengkapi dan diserahkan kepada Presiden RI. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses resmi pembentukan Ditjen Pesantren sebelum Hari Santri.
Ia berharap pengumuman yang menggembirakan dapat dirasakan oleh seluruh pesantren di Indonesia, yang merupakan institusi penting dalam pendidikan Islam.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyatakan bahwa mempercepat proses ini merupakan langkah penting untuk memberikan dukungan yang tepat bagi perkembangan pesantren.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Pembentukan Ditjen Pesantren dianggap sangat berarti bagi institusi pendidikan tersebut, yang selama ini tidak memiliki Direktorat Jenderal tersendiri. Sebelumnya, pesantren hanya diurus oleh seorang Direktur yang tidak cukup untuk mengakomodasi luasnya peran dan tantangan yang dihadapi.
Nasaruddin menekankan bahwa Ditjen ini juga akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Ditjen Haji dan Umrah, yang kini telah menjadi kementerian tersendiri.
Ditjen Pesantren diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di pesantren.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menyatakan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren adalah suatu kebutuhan mendesak. Ia menekankan peran besar pesantren dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Pesantren sebagai institusi pendidikan khas Indonesia berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa, menjadi alasan pentingnya pembentukan Ditjen ini.
Dukungan dari Fraksi PKB menunjukkan bahwa ada keinginan kolektif untuk memajukan pendidikan pesantren demi masa depan yang lebih baik.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Usai Kontroversi Video Parodi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: