Pemerintah Siapkan Opsi Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.
Sementara itu, pemerintah tengah mengembangkan berbagai opsi penyelesaian utang tersebut agar tidak menghambat rencana pengembangan konektivitas lainnya.
AHY menyampaikan bahwa pemerintah belum mencapai kesimpulan final mengenai opsi-opsi yang dapat digunakan untuk melunasi utang Kereta Cepat Whoosh, mengingat perhitungan masih berlangsung.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai kementerian untuk menemukan solusi berkelanjutan terkait utang yang mencapai Rp 116 triliun ini.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dalam rangka menyelesaikan isu ini, AHY informasikan bahwa mereka telah menggelar rapat dengan Danantara, Kementerian Perhubungan, dan KAI untuk membahas restrukturisasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Rapat ini bertujuan memastikan utang tidak menghambat pengembangan jaringan kereta cepat menuju Surabaya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa utang proyek KCIC tidak akan dibebankan kepada APBN, tetapi menjadi tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat.
Dia menjelaskan bahwa Danantara telah memiliki manajemen dan dividen yang cukup besar sehingga tidak seharusnya bergantung pada dana negara untuk menutupi kekurangan pembiayaan proyek.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: