Dua SPBU Swasta Batalkan Pembelian BBM dari Pertamina Karena Kandungan Etanol
Dua SPBU swasta, BP dan Vivo, membatalkan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina akibat kandungan etanol yang terdapat dalam produk tersebut.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Kandungan etanol pada BBM Pertamina mencapai 3,5 persen, yang lebih rendah dibandingkan dengan Pertamax Green yang mengandung 5 persen.
Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan bahwa Vivo membatalkan kesepakatan untuk membeli 40 ribu barel base fuel dari Pertamina.
Awalnya, Vivo setuju untuk melakukan pembelian, namun kemudian menilai bahwa kandungan etanol dalam produk tersebut menjadi faktor utama pemutusan kesepakatan.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Penggunaan etanol dalam campuran BBM dapat mengurangi efisiensi kendaraan karena memiliki nilai energi yang lebih rendah dibandingkan bensin murni.
Informasi dari Bell Performance menunjukkan bahwa nilai energi dalam bahan bakar sangat dipengaruhi oleh jumlah ikatan karbon, di mana bensin memiliki lebih banyak ikatan dibandingkan etanol.
Kehadiran etanol pada BBM tidak hanya berpotensi mengurangi jarak tempuh kendaraan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyerap air yang dapat mengakibatkan korosi.
Hal ini menimbulkan masalah seperti penyumbatan dalam sistem bahan bakar dan penurunan kualitas bahan bakar yang bisa merusak mesin.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: