Korban Keracunan Makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta
Mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengkonfirmasi bahwa dua cucunya menjadi korban keracunan makanan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Kejadian tersebut mengangkat isu serius mengenai kualitas makanan yang disediakan dalam program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak kurang mampu.
Mahfud MD menjelaskan bahwa kedua cucunya, yang merupakan anak dari keponakannya, mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah mereka.
Saat ini, kedua cucunya masih dalam perawatan di rumah sakit, dengan harapan kondisi mereka akan membaik dalam waktu dekat.
Baca juga: Direktur Lokataru Foundation Ditangkap Terkait Dugaan Penghasutan
Mahfud juga mencermati pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut hanya ada kesalahan distribusi sebesar 0,00017 persen terhadap total penerima program MBG.
Ia menekankan bahwa meskipun angka tersebut terlihat kecil, setiap insiden keracunan tidak bisa dianggap remeh, terutama jika menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak.
Mahfud mengakui bahwa program MBG memiliki tujuan mulia untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, namun menekankan perlunya evaluasi yang lebih serius.
Dia menggarisbawahi pentingnya melibatkan pemerintah daerah secara struktural dalam program tersebut, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disediakan.
Mahfud juga menyoroti kurangnya kejelasan dalam tata kelola MBG, termasuk dasar hukum pelaksanaannya, yang seharusnya diatur dengan baik melalui peraturan yang jelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: