Jumat, 10 APRIL 2026 • 15:45 WIB

Update Terbaru Mengenai Harga BBM Non-Subsidi dan Ketersediaan Energi Nasional

Author

Update Terbaru Mengenai Harga BBM Non-Subsidi dan Ketersediaan Energi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menginformasikan bahwa pembahasan mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi antara pemerintah dan badan usaha masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa stok BBM dan LPG di Indonesia dalam kondisi aman.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Menurut Bahlil, cadangan nasional untuk BBM berada di atas 20 hari, sedangkan LPG di atas 10 hari. Ia menyerukan masyarakat untuk memanfaatkan kedua jenis energi ini secara bijak.

Ketersediaan Energi Stabil

Bahlil memastikan bahwa Indonesia telah melewati masa kritis terkait pasokan energi yang dipengaruhi oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah. Ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya penggunaan bijaksana terhadap BBM dan LPG.

Untuk menjaga ketersediaan energi, pemerintah memperkenalkan campuran 50% biodiesel ke dalam solar yang telah diuji coba pada berbagai kendaraan. Hasil dari uji coba B50 menunjukkan kemajuan yang signifikan antara 60% hingga 70%.

Proyek ini ditargetkan untuk diluncurkan pada 1 Juli mendatang sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor BBM. Bahlil menyebutkan bahwa langkah ini diambil demi menjaga pasokan energi domestik.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Diversifikasi Sumber Energi dan Strategi Impor

Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada impor, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia kini tidak lagi mengimpor BBM jadi dari Timur Tengah, melainkan hanya crude oil. Diversifikasi sumber impor juga dilakukan dengan menjajaki pasokan dari negara-negara lain, termasuk Angola dan Amerika.

Namun, untuk BBM jenis bensin, Bahlil mengakui bahwa Indonesia masih melakukan impor dari negara tertentu. Kebutuhan tahunan untuk bensin sekitar 20-22 juta kiloliter masih harus dipenuhi.

Menurut laporan dari Sekretaris Ditjen Migas, porsi impor bensin akan mencapai 60,18% dari total kebutuhan pada tahun 2025, dengan Singapura menjadi penyedia utama, diikuti oleh Malaysia dan Oman.

Tren Kebutuhan Minyak Solar

Rizwi, Sekretaris Ditjen Migas, melaporkan bahwa kebutuhan untuk minyak solar juga mengalami peningkatan. Namun, pemerintah berhasil menekan impor minyak solar dari 12,17% pada tahun 2025 menjadi 6,26% hingga Februari 2026.

Total kebutuhan minyak solar pada tahun 2025 diestimasikan mencapai 110.932 KL per hari, sementara hingga Februari 2026, angka tersebut sedikit meningkat menjadi 111.356 KL per hari.

Sumber utama impor solar tetap berasal dari Singapura dan Malaysia, di mana porsi impor solar dari Singapura mencapai 58,56% dan Malaysia 36,56%. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya efektif pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU