Kamis, 09 APRIL 2026 • 16:17 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel di Lebanon

Author

Iran Tutup Selat Hormuz Imbas Serangan Israel di Lebanon

Kurang dari satu hari setelah pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran, Selat Hormuz kembali ditutup. Tindakan ini merupakan respons Iran terhadap serangan udara Israel yang mengguncang Lebanon, menewaskan ratusan orang.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Serangan yang terjadi menyebabkan lebih dari 1.000 orang terluka dan meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah rentan ini. Penutupan Selat Hormuz berpotensi berdampak signifikan pada jalur perdagangan energi dunia.

Gencatan Senjata yang Terancam

AS dan Iran baru-baru ini mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu yang diharapkan dapat meredakan ketegangan. Selat Hormuz, sebagai salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia, diyakini bisa dibuka kembali.

Namun, serangan Israel, yang melibatkan lebih dari 100 serangan dalam satu malam, menghambat harapan tersebut. Krisis kemanusiaan yang melanda Lebanon semakin mendalam akibat korban jiwa yang terus bertambah.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Reaksi Pemerintah Lebanon dan Internasional

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengungkapkan keprihatinan serius tentang situasi kesehatan yang semakin memburuk. Ia berharap dukungan internasional untuk sektor kesehatan Lebanon, menyatakan, "Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon."

Sementara itu, PM Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata, tetapi menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan itu. Dalam unggahan di X, ia mengatakan, "Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan serangan."

Pandangan AS Terhadap Penutupan Selat Hormuz

Pemerintah AS menekankan pentingnya untuk membuka kembali Selat Hormuz agar perdagangan energi tidak terganggu. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, menyatakan, "Saya akan mengulangi harapan dan tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali segera, cepat, dan aman."

Presiden Trump juga menunjukkan dukungan kepada tindakan Israel, menegaskan bahwa Hizbullah tidak termasuk dalam gencatan senjata dengan Iran. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ketegangan dalam kawasan masih belum mereda.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU