Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi kematian sekretarisnya, Ali Larijani, akibat serangan yang terjadi pada dini hari Selasa, bersama putranya dan beberapa pejabat lainnya.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Insiden ini mengguncang stabilitas Iran di tengah ketegangan yang semakin meningkat di kawasan, menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap peta politik di wilayah tersebut.
Detail Kematian Ali Larijani
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah mengonfirmasi bahwa Ali Larijani tewas dalam serangan tersebut. Selain dirinya, putranya, Morteza Larijani, dan deputi urusan keamanan, Alireza Bayat, juga menjadi korban.
Pernyataan resmi dari dewan menghargai pengabdian Larijani yang bertahun-tahun dalam pembangunan Iran. Mereka juga menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi ancaman dari luar yang mungkin mengintai.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Reaksi Internasional dan Dalam Negeri
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim bahwa Israel berada di balik serangan ini, menambah kompleksitas ketegangan yang sudah ada antara Iran dan Israel.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam juga mengonfirmasi kematian Gholamreza Soleimani dalam serangan yang sama, menunjukkan bahwa ada skala yang lebih besar di balik insiden ini.
Sikap Iran dan Respon Terhadap Ketegangan Regional
Kematian Larijani ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan akibat serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Sebagai respons, Iran dan sekutunya telah melancarkan serangan balasan.
Situasi ini menggarisbawahi dinamika internal Iran yang sedang terpengaruh oleh ancaman eksternal. Dampaknya terhadap kebijakan luar negeri Iran di masa depan menjadi tema diskusi utama di kalangan pengamat politik.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: