Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan peningkatan suhu di Jawa Tengah, terutama di Cilacap. Perubahan ini dipengaruhi oleh pergerakan semu matahari yang menuju belahan bumi utara.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Teguh Wardoyo, Ketua Tim Kerja BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menjelaskan bahwa cuaca setempat cenderung cerah dengan sedikit awan, memungkinkan sinar matahari langsung menyinari daerah tersebut.
Pantauan Suhu Terkini
Pada 12 Maret 2026, suhu maksimal di Cilacap tercatat mencapai 32,6 derajat Celsius, masih dalam kategori normal. Rata-rata suhu tersebut dibandingkan dengan data klimatologi selama 30 tahun terakhir.
Teguh menambahkan bahwa suhu maksimum di Cilacap di bulan Maret pernah mencapai 35,3 derajat Celsius pada tahun 2012. "Suhu udara yang terjadi saat ini masih di kisaran 33 derajat Celsius," ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan stabilitas cuaca di kawasan tersebut, meskipun catatan suhu tertinggi belum terlampaui.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Prediksi Suhu dan Curah Hujan
BMKG memprediksi ada kemungkinan suhu udara akan meningkat seiring dengan pergerakan semu matahari. Teguh juga menjelaskan bahwa saat ini angin di Cilacap didominasi oleh arah barat dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam.
Hingga 12 Maret 2026, tercatat tujuh hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, cuaca diharapkan cenderung cerah hingga berawan, dengan suhu maksimum diprediksi mencapai sekitar 33 derajat Celsius.
Pada bulan Maret, diperkirakan curah hujan di Cilacap bagian tengah, timur, dan selatan berkisar antara 151 hingga 300 milimeter per bulan. Di sisi lain, Cilacap bagian barat diperkirakan memiliki curah hujan antara 301 hingga 400 milimeter.
Transisi Cuaca Menuju Musim Kemarau
Meskipun belum terlihat tanda-tanda kuat transisi dari musim hujan menuju kemarau, Teguh menyebutkan bahwa beberapa wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa, mungkin memasuki musim kemarau lebih awal pada bulan April 2026.
"Belum ada tanda-tanda, tapi kelihatannya segera masuk transisi pada dasarian ketiga bulan Maret," ungkapnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat harus bersiap menghadapi perubahan cuaca yang mungkin terjadi.
Dengan prediksi ini, masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca yang berkembang agar dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: