Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying terhadap kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Ia menjamin bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan beras dalam kondisi aman meski ada kekhawatiran kelangkaan dan lonjakan harga.
Kondisi Stok Kebutuhan Pokok
Dalam rapat koordinasi, Mendagri menyatakan bahwa stok beras nasional mencapai empat juta ton, sementara pasokan BBM cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran.
Tito menegaskan, "Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan."
Pemerintah juga telah menyiapkan skema untuk mengatasi masalah harga dan pasokan kebutuhan pokok secara efisien.
Ia memberikan instruksi kepada kepala daerah untuk memastikan kelancaran distribusi pangan dan energi di masing-masing daerah.
Antisipasi Terhadap Kenaikan Harga
Mendagri meminta masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan tentang pertumbuhan ekonomi yang tercatat sebesar 4,7 persen pada tahun 2025.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
"Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi," jelas Tito.
Beliau juga menekankan pentingnya informasi yang jelas tentang kapasitas cadangan operasional BBM agar bisa menghindari kesalahpahaman.
Politisi Nevi Zuairina berpendapat, "Ketika masyarakat mendengar bahwa stok BBM hanya tersedia untuk sekitar tiga minggu, sebagian orang langsung menganggap akan terjadi kelangkaan."
Faktor Penyebab Panic Buying
Nevi menjelaskan bahwa panic buying sering kali dipicu oleh ketidakpastian informasi dan psikologi massa, serta situasi geopolitik global yang menciptakan ketakutan di masyarakat.
"Rasa takut masyarakat sering kali lebih besar daripada kondisi sebenarnya," ungkapnya, merujuk pada antrean panjang di SPBU.
Nevi juga mengingatkan bahwa panic buying dapat menciptakan kelangkaan buatan, yang berpotensi mengganggu distribusi energi nasional dan meningkatkan harga barang.
Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik dan menjaga stabilitas distribusi dari kilang hingga ke SPBU.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: