Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengungkapkan bahwa potensi lonjakan pemudik saat Lebaran 2026 bisa mencapai 155 juta orang.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Ia memperingatkan bahwa tingginya mobilitas pemudik secara bersamaan berpotensi memberikan beban signifikan pada sistem transportasi di tanah air.
Rencana Kebijakan Mengatasi Lonjakan Pemudik
Pratikno menjelaskan bahwa meski hasil survei menunjukkan estimasi jumlah pemudik, kenyataan di lapangan seringkali lebih tinggi, mencapai sekitar sepuluh persen.
Menyikapi hal ini, pemerintah telah merumuskan kebijakan untuk mengurangi kepadatan saat arus mudik.
Rencana tersebut mencakup pemberian insentif dan diskon transportasi untuk mendorong pemudik berangkat pada waktu yang berbeda.
Selain itu, pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup juga akan diterapkan untuk memastikan pemudik tidak terkonsentrasi dalam satu waktu.
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Selain fokus pada lonjakan mobilitas, pemerintah juga mempersiapkan diri terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Pratikno menegaskan, "Kita harus waspada antisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategorinya menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia."
Kesiapsiagaan terhadap bencana ini menjadi penting untuk memastikan keselamatan pemudik.
Kolaborasi Antara Instansi Terkait
Pemerintah telah menginstruksikan semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang arus mudik.
Kementerian Koordinator Infrastruktur diminta mengawasi potensi kerusakan infrastruktur, sedangkan Kepolisian akan bertugas menjaga kelancaran lalu lintas.
Pratikno berharap, "BMKG juga standby, Basarnas juga standby, dan juga partisipasi dari para pemda. Harapannya, semua pihak dapat memastikan keselamatan serta kelancaran arus mudik nanti."
Kolaborasi yang baik antar instansi diharapkan mampu menciptakan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: