Lawrence Wilkerson, mantan pejabat Angkatan Darat AS, memberikan peringatan serius terkait kemungkinan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menggunakan bom nuklir terhadap Iran.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dalam pernyataannya, Wilkerson menekankan bahwa frustrasi dan ketegangan yang meningkat dapat menyebabkan Netanyahu mengambil langkah ekstrem yang berbahaya ini.
Peringatan Wilkerson Mengenai Potensi Serangan Nuklir
Pada wawancara dengan Democracy Now, Wilkerson, yang menjabat sebagai Kepala Staf Menteri Luar Negeri Colin Powell, menyatakan bahwa Netanyahu mungkin tidak akan ragu untuk menggunakan senjata nuklir jika upaya untuk menekan Iran gagal.
Ia menjelaskan bahwa situasi saat ini menggambarkan bahwa ketahanan Iran dapat memperburuk kondisi di wilayah tersebut, serta menyoroti pernyataan bahwa, "Satu-satunya orang yang tepat menginterpretasikannya adalah Bibi Netanyahu."
Wilkerson juga menambahkan, "Saya pikir dia (Netanyahu) siap menggunakan senjata nuklir jika situasinya memburuk seperti yang terlihat sekarang, karena Iran bahkan belum menembakkan rudal-rudal yang paling canggih."
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Kondisi Militer dan Serangan terhadap Iran
Wilkerson menegaskan bahwa tindakan AS dan Israel terhadap Iran telah menjadi perhatian publik, di mana serangan tersebut dianggap sebagai bagian dari 'kejahatan perang'.
"Kita telah mengebom sipil tanpa henti. Kita mengebom sekolah dan kita mengebom rumah sakit," ujarnya, menunjukkan dampak kemanusiaan dari konflik tersebut.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan komitmennya untuk meluncurkan serangan lebih lanjut dengan rudal-rudal besar, dengan Komandan Hossein Majid menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
Perspektif Media dan Ketahanan Iran
Wilkerson mengamati bagaimana media Barat seringkali meremehkan skala kehancuran yang dialami oleh Israel dari serangan Iran dan ketahanan yang ditunjukkan oleh negara tersebut.
Ia merujuk kepada berbagai jenis rudal balistik yang diluncurkan oleh IRGC, termasuk hipersonik yang memiliki daya ledak tinggi, dan menyebutkan nama-nama seperti Ghadr, Emad, dan Fattah.
IRGC juga mengklaim bahwa mereka telah menggunakan rudal Kheibar dalam serangan terbaru, yang menunjukkan bahwa kapasitas serangan Iran sedikit demi sedikit semakin meningkat dan tidak boleh diabaikan oleh negara-negara di sekitarnya.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: