Rabu, 11 MARET 2026 • 11:29 WIB

Quraish Shihab Berdoa untuk Prabowo di Acara Nuzulul Qur'an

Author

Quraish Shihab Berdoa untuk Prabowo di Acara Nuzulul Qur'an

Tokoh agama kenamaan, Quraish Shihab, memberikan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto dalam acara Nuzulul Qur'an yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta pada malam Selasa, 10 Maret 2026.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Dalam doanya, Quraish menekankan pentingnya menjalankan amanah kekuasaan yang bersumber dari Allah SWT.

Pesan Khusus dalam Doa

Dalam penyampaian doanya, Quraish Shihab mengenang gurunya, Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi, yang juga pernah mendoakan pemimpin di Mesir. Ia menyampaikan pesan bahwa kekuasaan yang diterima seorang pemimpin adalah atas kehendak Tuhan.

Quraish melanjutkan, 'Kekuatan tidak diberikan kepada makhluk kecuali atas kehendak Yang Maha Kuasa', menegaskan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab besar untuk menyejahterakan rakyat.

Harapannya, jika Presiden Prabowo terpilih berdasarkan takdir, ia dapat menjalankan tugasnya dengan tulus, dan masyarakat pun didorong untuk mendukung kepemimpinannya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Doa untuk Kedamaian

Doa singkat yang diucapkan Quraish terinspirasi ajaran Nabi Muhammad SAW, menyentuh aspek pentingnya kedamaian. Quraish berdoa agar seluruh umat dimasukkan ke dalam surga yang penuh kedamaian.

'Allahumma Antas Salam, wa minkas salam...', demikian ungkapnya, mendorong semua yang hadir untuk berpartisipasi dalam doa tersebut.

Pentingnya kedamaian dalam kehidupan bersama ditekankan melalui momen ini, menunjukkan peran vital integrasi antara pemimpin dan masyarakat.

Interaksi dan Harmoni dalam Acara

Setelah memanjatkan doa dan hikmah, Quraish Shihab selesai berceramah, dan Presiden Prabowo memandu beliau menuruni podium. Momen ini menciptakan nuansa akrab antara keduanya.

Terlihat keduanya berbincang sejenak sebelum Quraish meninggalkan panggung, diakhiri dengan anggukan kepala Presiden Prabowo sebagai tanda penghormatan.

Acara ini menjadi simbolik dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebangsaan, mengingatkan pentingnya hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU