Tim gabungan berhasil menemukan satu jenazah tambahan korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi pada Senin (9/3/2026).
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Penemuan jenazah ini terjadi saat pencarian menggunakan alat berat di area yang tertimbun longsoran sampah.
Proses Pencarian yang Intensif
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyebutkan bahwa korban yang ditemukan adalah seorang laki-laki, meskipun identitasnya belum dapat dipastikan. Jenazah tersebut ditemukan di lokasi yang terdampak longsor, di bawah tumpukan sampah yang dibongkar menggunakan ekskavator.
Lokasi penemuan jenazah ini berada sekitar lima meter dari tempat truk yang sebelumnya telah ditemukan. Penemuan ini menambah upaya panjang tim SAR dalam mencari korban yang masih hilang.
Pencarian dilakukan dengan seksama, melibatkan alat berat serta tim penyelamat untuk menggali dan membongkar tumpukan sampah yang ada.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Kronologi Kejadian Longsor
Longsor yang terjadi di Bantargebang berlangsung tiba-tiba saat sejumlah truk sampah menunggu untuk membuang muatannya. Menurut penjelasan dari Anggota rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Eko Uban, situasi ini membuat sopir truk tidak sempat menghindar.
Peristiwa tersebut menggambarkan betapa berbahayanya kondisi di lokasi tersebut, dengan klasik truk yang sedang mengantre saat kejadian berlangsung dengan cepat. Hal ini juga memperlihatkan perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan tempat pembuangan sampah.
Warga dan sejumlah pihak berwenang mengungkapkan kekhawatiran terkait keamanan dan stabilitas tanah di area tersebut, mengingat insiden ini bukan yang pertama.
Dampak dan Upaya Selanjutnya
Setelah ditemukannya satu jenazah tambahan, jumlah korban tewas akibat longsor sekarang menjadi lima orang. Kondisi ini semakin mendesak pihak SAR untuk meneruskan pencarian terhadap empat korban lainnya yang masih hilang di balik tumpukan sampah.
Tim SAR berkomitmen untuk terus melakukan pencarian dengan harapan menemukan semua korban yang tertimbun. Selain menggunakan ekskavator, prosedur pencarian menggunakan sensor untuk mendeteksi keberadaan korban juga dimanfaatkan.
Pencarian ini menjadi prioritas utama mengingat penanganan yang cepat dan tepat bisa membantu memberi kejelasan bagi keluarga korban yang saat ini tengah menunggu.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: