Jumat, 06 MARET 2026 • 16:55 WIB

Kritik Pedas untuk Arsenal Terkait Taktik Waktu dalam Laga Melawan Brighton

Author

Kritik Pedas untuk Arsenal Terkait Taktik Waktu dalam Laga Melawan Brighton

Arsenal mendapat sorotan tajam setelah kabar mengenai pemborosan waktu selama 30 menit dalam pertandingan kontra Brighton & Hove Albion hingga ramai dibicarakan.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Kemenangan tipis 1-0 yang diraih melalui gol Bukayo Saka ternyata terjerat kritik dari manajer Brighton, Fabian Hurzeler, yang mempertanyakan taktik yang dianggap negatif.

Taktik Negatif Arsenal Dianggap Mengganggu Permainan

Manajer Brighton, Fabian Hurzeler, secara tegas mengkritik taktik yang diterapkan oleh Arsenal dalam laga tersebut. Ia menyatakan, "Cuma ada satu tim yang mencoba untuk bermain hari ini. Saya tak mau menjadi manajer yang mencari kemenangan dengan cara seperti itu."

Pandangan Hurzeler ini muncul setelah Arsenal dituduh menghabiskan banyak waktu di lapangan, yang mengganggu flow permainan kedua tim. Kritik ini semakin memperdalam ketegangan antara kedua tim yang bersaing dalam kompetisi Premier League.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Data Statistik Buang Waktu Arsenal

Berdasarkan data dari Opta, diketahui bahwa Arsenal menghabiskan waktu total 30 menit 51 detik hanya untuk memulai kembali permainan. Waktu yang terbuang ini disebabkan oleh berbagai situasi seperti tendangan bebas, lemparan ke dalam, dan sepak pojok.

Meskipun demikian, musim ini Arsenal tercatat bukan tim dengan waktu buang tertinggi. Newcastle United, misalnya, memimpin dengan waktu 37 menit 5 detik saat bertanding melawan Liverpool.

Kontroversi Terulangnya Taktik Ini

Kritik terhadap Arsenal terkait taktik buang waktu bukanlah hal baru. Dalam pertandingan melawan Fulham pada Oktober 2025, Arsenal juga tercatat menghabiskan waktu total 30 menit 13 detik.

Hurzeler mengekspresikan kekesalannya, menambahkan bahwa cara permainan seperti ini dapat merusak pengalaman pertandingan. "Saya berharap tim lain tidak mengikuti cara bermain seperti itu," tutupnya.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU