Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengumumkan putusan terkait skandal yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Putusan ini diumumkan setelah sidang yang berlangsung di Lausanne, Swiss pada 26 Februari 2026.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) mengalami penolakan terhadap bandingnya, dengan denda sebesar 350 ribu Swiss Franc atau sekitar Rp 7,5 miliar tetap berlaku.
Penolakan Banding FAM oleh CAS
CAS mengumumkan penolakan terhadap banding yang diajukan oleh Asosiasi Sepakbola Malaysia, menjaga keabsahan denda yang ditetapkan oleh FIFA. 'Banding yang diajukan Asosiasi Sepakbola Malaysia telah ditolak dan denda yang dijatuhi oleh FIFA tetap berlaku,' demikian pernyataan CAS.
Putusan ini menunjukkan ketegasan lembaga tersebut dalam menjalankan regulasi sepakbola internasional. Denda yang dikenakan mencerminkan komitmen FIFA dan CAS untuk menjaga integritas permainan.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Keringanan bagi Pemain Naturalisasi
Terkait nasib tujuh pemain naturalisasi, CAS memberikan sedikit keringanan meskipun mereka tetap dilarang bermain selama 12 bulan. Namun, mereka diperbolehkan untuk berlatih dan beraktivitas di luar pertandingan resmi.
'Panel tersebut sebagian mengabulkan banding yang diajukan oleh para pemain, dan mengubah sanksi yang dijatuhkan FIFA sehingga larangan bermain hanya berlaku untuk pertandingan resmi,' tulis CAS.
Latar Belakang Kasus dan Tindakan FIFA
Kasus ini bermula pada tahun lalu ketika tujuh pemain naturalisasi Malaysia dilaporkan terkait masalah administrasi. Investigasi yang dilakukan oleh FIFA mengungkapkan bahwa pemain-pemain tersebut tidak memiliki ikatan darah dengan Malaysia.
Pemain-pemain tersebut adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel. Penyelidikan FIFA juga menemukan bukti pemalsuan dokumen yang mendukung kasus ini.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: